Pemprov Sumsel Hentikan Pengerjaan Pipa Gas Pertagas

Dwi Apriani    •    Rabu, 04 Oct 2017 10:35 WIB
pipa pertamina
Pemprov Sumsel Hentikan Pengerjaan Pipa Gas Pertagas
Pemda Berhentikan Pengerjaan Pipa Gas Pertagas dan Utilitas PLN -- MI/Dwi Apriani

Metrotvnews.com, Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menghentikan pengalian utilitas pipa gas Gressik-Pusri milik Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di Jalan Noerdin Panji. Penghentian dilakukan lantaran tidak adanya koordinasi antara pekerja proyek nasional itu dengan pemerintah daerah setempat.

"Pengalian dilakukan oleh PT PLN, PDAM, dan Pertagas. Pengerjaan ini memang sudah ada izin, namun saat pelaksanaan tidak berkoordinasi dengan pihak PU Bina Marga yang bertanggung jawab atas jalan tersebut, terutama untuk Pertagas. Karena itu, kami meminta agar dilakukan penghentian sementara sebab lahan tersebut bagian dari jalan yang sudah dibebaskan sekitar 40-50 meter," kata Kabid Jalan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel Muchtar di Palembang, Rabu 4 Oktober 2017.

Saat ini, Pertagas sedang mengerjakan pengalian jalan sepanjang 1 kilometer. Sebagian sudah ditanam pipa gas dibahu jalan.

Masalahnya, selain tidak ada koordinasi pembangunan ini dilakukan, titik pengerjaan juga terlalu dekat dengan badan jalan. "Kami ingin mempertahankan geotekstil 40-50 meter pada bahu jalan. Harus dari sekarang dilakukan pemindahan. Karena apabila sudah terpasang pipa gas akan sangat sensitif dan sulit dilakukan pemindahan," terang Muchtar.

Muchtar mengakui, izin sudah diberikan beberapa tahun lalu. Namun, pihaknya sangat menyayangkan langkah yang dilakukan Pertagas karena bekerja tanpa koordinasi.

"Ini untuk menghindari kemungkinan lebih buruk. Kami meminta agar pihak utilitas melakukan relokasi. PLN dan PDAM siap untuk relokasi, namun dari Pertagas belum ada keputusan sehingga kami meminta untuk secepatnya direlokasi," terang dia.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga meminta Pertagas dan PLN yang tengah mengerjakan proyek galian utilitas secara bersamaan di Jalan Noerdin Panji, Palembang, mengikuti aturan. "Mereka (Pertagas dan PLN) tidak boleh seenaknya. Itu harus dipindahkan dari lokasi pengerjaan di kawasan Jalan Panji Noerdin," tegasnya.

Menurut Alex, Pertagas dan PLN melakukan penggalian di lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Sumsel. Untuk itu, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel bersama Satpol PP Sumsel mendatangi lokasi galian dan menghentikannya.

"Jadi, lahan yang dilakukan penggalian iu bagian dari lahan jalan yang sudah kita bebaskan. Dengan begitu mereka ini enak saja kalau merusak dan itu tak boleh," ungkap Alex.

Alex menuntut dua hal pada Pertagas dan PLN. Pertama, melakukan relokasi dengan memindahkan galian utilitas dari kawasan bahu Jalan Panji Noerdin. Kedua, jika sejauh ini ada yang mengakibatkan jalan di sana rusak agar diperbaiki.

Terpisah, PR & CSR Manager PT Pertamina Gas Hatim Ilwan menjelaskan, hal ini terjadi karena adanya miss comunication dengan pemprov dan kontraktor. "Kami siap untuk melakukan koordinasi dan merelokasi pipa yang ada," lanjutnya.

Ia memastikan, pengerjaan pipa gas tidak akan menganggu time schedule. "Targetnya, pengerjaan pipa gas dari Gressik Muba ke Pusri selesai pada Agustus 2018 atau satu tahun pengerjaan," tandasnya.


(NIN)