Produk Berbahaya Seharga Rp1,5 M Dimusnahkan BBPOM Medan

Farida Noris    •    Jumat, 09 Sep 2016 16:51 WIB
produk ilegal
Produk Berbahaya Seharga Rp1,5 M Dimusnahkan BBPOM Medan
BBPOM Medan memusnahkan produk ilegal dan berbahaya. Foto-foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan memusnahkan produk tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya, serta kedaluwarsa. Total obat dan makanan yang disita dari berbagai daerah di Sumut itu mencapai Rp1,5 miliar dan harus dibawa menggunakan lima truk.

"Hari ini kita musnahkan berbagai merek obat, kosmetik, suplemen, minuman dan makanan ilegal, atau produk tanpa izin edar. Ada juga kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya serta obat tradisional yang ditambahkan bahan kimia obat," ucap Kepala Balai Besar POM Medan, Ali Bata, usai pemusnahan di BBPOM Medan, Jumat (9/9/2016).

Ali Bata menjelaskan obat dan makanan tanpa izin edar itu mengandung bahan berbahaya serta sudah kedaluwarsa. Barang-barang itu disita dari berbagai daerah di Sumut seperti Tanjungbalai, Binjai, Padanglawas, dan Rantauperapat. Semua produk itu bisa dimusnahkan setelah diproses hukum dan mendapat penetapan dari pengadilan.

"Pemusnahan ini simbolik. Sisanya yang lima truk akan dibawa ke tempat pemusnahan. Tentunya harus ada penetapan dulu dari pengadilan," terang Ali Bata.


Salah satu truk yang membawa produk ilegal yang akan dimusnahkan

Menurut dia, total produk yang dimusnahkan itu merupakan sitaan selama 2015 dari 39 pelaku. Produk ini berasal dari berbagai negara seperti Tionghoa, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Filipina. 

"Produk ini kita sita mulai Juli 2015. Sebenarnya total produk ada Rp3,3 miliar. Tapi itu sudah dimusnahkan. Ini hanya sisanya Rp1,7 miliar yang kita musnahkan. Nantinya akan dimusnahkan lagi yang produk sitaan di 2016. Itu jumlahnya besar, lebih dari Rp7 miliar. Tapi masih proses hukum," terangnya.

Dia meminta agar masyarakat lebih cerdas dalam membeli obat-obatan maupun makanan dan minuman. Tentunya masyarakat harus selalu memperhatikan kemasan, izin, dan kedaluwarsa (KIK).

"Jadi, kemasannya harus asli dan utuh serta cetakannya harus bagus. Selain itu, ada nggak izin edarnya? Kalau tidak ada, tentu tidak bisa dijamin keamanan mutunya. Ini berbahaya bagi masyarakat. Terakhir, harus dilihat masa kedaluwarsanya. Jadilah konsumen yang cerdas," tegas Ali Bata. 

Pengawasan, kata Ali Bata, selalu dilakukan BBPOM Medan. Petugas juga secara rutin memeriksa sarana produksi dan distribusi sehingga produk-produk tanpa izin edar dan kedaluwarsa tidak digunakan masyarakat.


(UWA)