Terduga Teroris LH Disiapkan Bekerja di Singapura

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 05 Sep 2016 13:24 WIB
terorisme
Terduga Teroris LH Disiapkan Bekerja di Singapura
Kepala Polda Kepulauan Riau Brigadir Jenderal Sam Budigusdian menunjukkan bukti paspor milik terduga teroris LH (Foto: MTVN/Anwar Sadat Guna)

Metrotvnews.com, Batam: Terduga teroris LH, 24, anggota jaringan kelompok Khatibah Gonggong Rebus (KGR) disiapkan berangkat ke Singapura untuk bekerja. Keberangkatan LH itu sejalan dengan rencana KGR melakukan penyerangan dari Batam ke Marina Bay, Singapura.

Kepala Polda Kepulauan Riau Brigadir Jenderal Sam Budigusdian mengatakan, LH sudah dijanjikan akan bekerja sebagai petugas kebersihan di Singapura, tepatnya di kawasan wisata Marina Bay, Bukit Sentosa, Singapura.

Keberangkatan LH itu, kata Budigusdian, difasilitasi oleh seorang kerabat terduga teroris di Batam. "LH akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre. Dia tak sendiri tetapi diminta mencari lima orang lainnya untuk berangkat ke Singapura," kata Brigadir Jenderal Sam Budigusdian di Makas Polda Kepulauan Riau, Batam, Senin (5/9/2016).

Keberangkatan LH ke Singapura itu sejalan dengan rencana KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa menyerang Marina Bay, Singapura. LH bersama kelompok teroris itu sudah mempelajari rencana penyerangan ke Singapura.

"Mereka sudah mengukur sudut elevasi berkaitan dengan kegiatan mereka (rencana menyerang Singapura) dari Nongsa, Kota Batam, ke Marina Bay di kawasan wisata Sentosa, Singapura," kata dia.

Jaringan kelompok teroris ini memilih Nongsa sebagai tempat latihan perang karena jaraknya cukup dekat dengan Singapura, yakni sekitar 20 km. Kapolda menyatakan, pihaknya masih memeriksa LH secara intensif untuk mendalami lebih jauh peran LH di KGR. Penyidik juga menyelidiki peran yang akan ia lakukan jika berhasil bekerja di Sentosa, Singapura.

"Masih kami dalami. Bisa saja ia memantau atau mempelajari situasi di Marina Bay, kawasan wisata Sentosa, Singapura," pungkas dia.

Setelah diperiksa, LH akan dibawa ke Markas Besar Polri, Jakarta, untuk pengembangan pemeriksaan.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Polda Kepulauan Riau menangkap LH di warung internet Maxxis, di kompleks rumah toko Fanindo, Batuaji, Kota Batam, Sabtu 3 September 2016. Dalam penggeledahan di dua lokasi di Batam, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti termasuk senapan angin menyerupai senapan AK-101.

Sebelum menangkap LH, Densus 88 lebih dulu menangkap Gigih Rahmat Dewa dan empat orang lainnya di sejumlah tempat di Batam, Jumat 5 Agustus 2016. Gigih diduga sebagai pemimpin kelompok teroris Khatibah Gonggong Rebus (KGR).


(TTD)