174 KK Bertahan di Pinggir Jalur Kereta Api Medan

Farida Noris    •    Rabu, 23 Nov 2016 16:37 WIB
penggusuran
174 KK Bertahan di Pinggir Jalur Kereta Api Medan
Suasana eksekusi bangunan yang berdiri di lahan PT KAI Medan, Sumatera Utara, Rabu (23/11/2016). (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Pembangunan jalur ganda kereta api mulai Titik Nol Medan hingga kawasan Pulo Brayan terus dilakukan. Akan tetapi, ada 174 KK yang masih bertahan di pinggiran rel itu, menolak digusur.

Manajer Humas PT Kerata Api Divre I Sumut-Aceh, Joni Martinus, menerangkan, awalnya ada 703 kepala keluarga yang tinggal di kawasan pinggiran rel.

Setelah sosialisi, mediasi, dan memberikan surat peringatan I, II, dan III akhirnya sebanyak 603 KK bersedia pindah dengan membongkar kediamannya sendiri.

Baca: Eksekusi Lahan, Ibu-ibu di Medan Duduki Ekskavator

"Hari ini, 174 KK merupakan sisa dari 703 KK yang belum pindah dari lokasi pinggiran rel tersebut. Sehingga kita lakukan penertiban," kata Joni, Rabu (23/11/2016).

Disinggung mengenai biaya ganti rugi, Joni menuturkan bukan biaya ganti rugi yang diberikan. Akan tetapi PT KAI memberikan upah bongkar kepada setiap warga yang melakukan pembongkaran sendiri.

"Sudah kita berikan itu (upah bongkar) kepada semua warga pinggiran rel. Dengan catatan apabila sudah dibongkar baru diberikan uangnya. Warga yang hari ini belum kita berikan dananya karena belum melakukan pembongkaran," jelasnya.

Baca: Warga Penghuni Pinggir Rel Enggan Digusur

Berdasarkan pantauan, satu unit alat berat eskavator diturunkan PT KAI untuk melakukan penggusuran. Penertiban juga didampingi 1.627 personel gabungan dari TNI Polri dan pemda setempat.


(SAN)