Bongkar Sindikat Internasional, Polisi Sita 15 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi

Budi Warsito    •    Minggu, 27 Nov 2016 08:02 WIB
narkoba
Bongkar Sindikat Internasional, Polisi Sita 15 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi
Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Kompol Boy J Situmorang, saat merilis tangkapan 15 kg sabu dan 20 ribu butir ekstasi, Sabtu (26/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/ Budi Warsito.

Metrotvnews.com, Medan: Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan menangkap seorang kurir narkoba yang membawa 15 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi malam tadi. Penyelidikan dalam kasus ini sudah dilakukan pihak kepolisian selama tiga bulan.

Kapolrestabes Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, kurir tersebut diringkus di sebuah rumah di Jalan Utama 1 Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

"Tersangka yang kita amankan A Lukman Nul Hakim,36, warga Jalan Ampera 1, Gang Siliwangi, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia. Rencananya, 15 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi akan diedarkan di Medan," ujar Mardiaz didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Kompol Boy J Situmorang, Sabtu, (26/11/2016).

Mardiaz menjelaskan, sebelum diringkus, tersangka diikuti oleh personel Satres Narkoba dari Plaza Medan Fair yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan. Disitulah tersangka menjemput barang haram tersebut.

Mardiaz kembali mengatakan, sabu yang disita dari tangan tersangka disimpan di dalam tiga buah tas. Sabu tersebut dibungkus dalam tiga bungkusan besar..

Sementara itu, pil ekstasi dikemas dalam empat bungkus besar plastik timah. Perbungkusnya berisi 5 bungkus plastik, masing-masing berisi 1000 butir dengan jumlah total 20 ribu butir.

"Total barang bukti senilai Rp17 miliar," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, barang haram yang berhasil mereka sita merupakan barang dari Malaysia yang masuk dari jalur laut. Tersangka pun merupakan bagian dari sindikat internasional.

"Kita mengembangkan penangkapan ini, kita tengah memburu pemesan dan pengantar barang kepada tersangka," tandas Mardiaz.


(DEN)