Mesum, Pasangan Muda di Aceh Kena 100 Kali Cambuk

Nurul Fajri    •    Senin, 28 Nov 2016 16:46 WIB
hukum cambuk
Mesum, Pasangan Muda di Aceh Kena 100 Kali Cambuk
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Ferdian Ananda)

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Tiga pasang muda-mudi menjalani hukuman cambuk di muka umum, Senin 28 November. Pelaksanan hukuman  bagi pelanggar syariat islam tersebut dilaksanakan di halaman Mesjid Ar-Rahman, Kompleks Cinta Kasih, Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Satu terpidana berinisial UZ, 18, gagal dicambuk karena hamil.

Berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Banda Aceh, para pelaku terbukti melakukan pelanggaran Syariah Islam. Zul, 19, dan pasangannya RF, 19, dicambuk sebanyak 100 kali sabetan rotan. Keduanya terbukti melanggar Pasal 25 ayat 1 Qanun Jinayat No 6 tahun 2014.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh, Yusnardi mengatakan pasangan ini awalnya dianggap melakukan ikhtilat dan dijatuhi hukuman maksimal 25 kali cambuk. Keduanya ditangkap saat malam hari di kawasan Beurawe, dua bulan lalu.

"Namun dalam persidangan, keduanya mengakui perbuatannya sehingga dijatuhi hukuman 100 kali cambuk," ungkap Yusnardi.

Pasal 25 ayat 1 Qanun Jinayat No 6/2014 berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Ikhtilath, diancam dengan ‘Uqubat cambuk paling banyak 30 (tiga puluh) kali atau denda paling banyak 300 (tiga ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 30 (tiga puluh) bulan.

Sedangkan soal pengakuan melakukan ikhtilath diatur dalam Pasal 28 Qanun Jinayat.

Amatan Metrotvnews.com, pasangan Zul dan RF dipanggil paling akhir untuk menjalani eksekusi hukuman cambuk. Selama proses hukuman berlangsung, algojo memberi jeda waktu tiap 20 kali sabetan rotan. Terpidana juga sempat ditawarkan minuman, namun ditolak.

Sebelumnya, terpidana ikhtilath lain yang ikut dihukum yaitu Muhammad, 18. Pemuda ini didera 22 kali sabetan rotan di muka umum usai dikurangi masa tahanan 3 bulan. Namun pasangannya, UZ, 18 tidak menjalani hukuman karena diketahui dalam kondisi hamil.

"Terpidana UZ sampai sekarang belum ada putusan pengadilan, jadi kita tunda pelaksanaan hukumannya," tambah Yusnardi.

Pasangan lain yang ikut dihukum yaitu Asri Bukhari, 32, dan Sri Wahyuni, 34. Keduanya terbukti melakukan ikhtilath. Keduanya dicambuk sebanyak tujuh kali setelah dikurangi masa tahanan satu kali.


(SAN)