Kasus Suap Gatot, KPK Bakal Hadirkan 35 Saksi

Farida Noris    •    Senin, 31 Oct 2016 18:17 WIB
gatot pujo nugroho
Kasus Suap Gatot, KPK Bakal Hadirkan 35 Saksi
Gatot Pujo Nugroho saat mengikuti sidang perdana. (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Kasus dugaan suap pimpinan dan anggota DPRD Sumut dengan nilai total Rp61 miliar yang menjerat mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho tengah bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan 35 saksi dalam persidangan itu. Sayangnya, para saksi itu hanya diperlukan untuk membuktikan pemberi.

"Kita bukan membuktikan penerima, tapi kita membuktikan pemberi," ucap penuntut umum dari KPK, Irene usai sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, Senin (31/10/2016).

Baca: Uang Suap Gatot ke DPRD Sumut Capai Rp61 Miliar

Irene juga sempat meminta kepada majelis hakin yang diketuai Didik Setyo Handono agar persidangan digelar sepekan sekali. Sebab mereka juga ada sidang di Jakarta.

"Agar kami tidak bolak balik ke Medan, karena ada persidangan lain di Jakarta. Jadi kami mohon kepada majelis hakim agar mengizinkan persidangan digelar sepekan sekali saja," terangnya.

Sementara, dalam persidangan itu, Gatot Pujo Nugroho mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Mereka ingin agar persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum, kami ingin proses menghadirkan saksi dipercepat saja. Jadi kami tidak akan mengajukan eksepsi," terangnya.

Baca: Tujuh Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Duit dari Gatot Pujo

Dalam persidangan ini, mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan. Bekas orang nomor satu di Sumut itu didakwa menyuap pimpinan dan anggota DPRD Sumut dengan nilai total Rp61 miliar.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dibacakan oleh Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irene Putrie dan tim. Persidangan itu dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Didik Setyo Handono serta empat orang hakim anggota.

Gatot memberikan suap kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumut Periode 2009-2014 serta pimpinan dan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019. Pemberian uang itu dengan maksud agar mereka berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya.


(SAN)