Banjir, Ribuan Warga Aceh Barat Mengungsi

   •    Selasa, 18 Oct 2016 11:30 WIB
banjir
Banjir, Ribuan Warga Aceh Barat Mengungsi
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Amiruddin Abdullah)

Metrotvnews.com, Meulaboh: Dari semula lima kecamatan, kini banjir meluas ke tujuh dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Sedikitnya 6.883 jiwa atau 1.925 kepala keluarga mengungsi. Satu warga dilaporkan meninggal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penangulangan Bencana Derah (BPBD) Aceh Barat Iraidi, mengatakan, banjir meluas menyusul tingginya curah hujan pada Senin (17/10) malam.

"Kemarin banjir masih terjadi pada lima kecamatan, kemudian terus meningkat tadi malam. Hingga pagi ini kami terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial meminta segera dikirimkan logistik ke tempat-tempat pengungsian," katanya, dikutip Antara, di Meulaboh, Selasa (18/10/2016). 

Baca: 5 dari 12 Kecamatan di Aceh Besar Terendam Banjir

Adapun kecamatan yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Johan Pahlawan dengan 117 kepala keluarga (KK) atau 823 jiwa; Arongan Lambalek (1010 KK atau 3.076 jiwa); dan Kecamatan Meureubo (256 KK atau 1.010 jiwa).

Lalu Kecamatan Kaway XVI (271 KK atau 1.025 jiwa); Bubon (30 KK atau 100 jiwa); kemudian Kecamatan Samatiga (104 KK atau 573 jiwa).

BPBD Aceh Barat bersama semua unsur yang terlibat telah mengevakuasi sebagian warga. Tenda pengungsian dibangun di Desa Pasie Masjid dan Gedung SKB Lapang. 

Titik pengungsian selanjutnya di Desa Pasi Ara, tepatnya di gunung Kecamatan Woyla Timur. Akan tetapi menurut data yang dirilis, sebagian besar warga korban banjir ttidak mengungsi pada titik disediakan karena fasilitas tenda darurat tidak mencukupi. Bahkan, juga belum tersedia dapur umum untuk korban banjir.

"Persoalan logistik itu nanti Dinsos yang menangani, kami masih terus mendata kerusakan dan pengungsian warga korban banjir. Kami khawatirkan banjir bisa meluas lagi," katanya.

"Soal Logistik nanti dulu, saya saat ini sedang berada di rumah warga yang meningal," kata Kepala Dinsosnaketrans Aceh Barat Shah Triza Putra Utama melalui telepon selularnya.

Dalam laporan informasi resmi Pusdalop BPBD Aceh Barat dijelaskan, selama banjir besar untuk kedua kali sepanjang 2016 itu, satu orang warga Desa Pasie Masjid, Kecamatan Meureubo meningal, atas nama Banta Lidan, 75.


(SAN)