Banjir Setinggi 2 Meter Landa Aceh Utara

Antara    •    Kamis, 04 Jan 2018 15:39 WIB
banjir
Banjir Setinggi 2 Meter Landa Aceh Utara
Warga berjalan melintasi banjir di Desa Meuria Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Rabu (3/1). Banjir yang disebabkan meluapnya sungai Krueng Keureuto dan Sungai Pirak itu menyebabkan ribuan rumah di empat kecamatan di Aceh Utara terendam sehingga war

Lhoksukon, Aceh: Banjir kiriman yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sejak Rabu 3 Januari, terus bertambah parah. Ketinggian air di pemukiman penduduk di lokasi tertentu hampir mencapai 2 meter.

Pantauan di lapangan, banjir terparah berada di Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu dan Kecamatan Tanah Luas. Ribuan jiwa warga di kecamatan tersebut sudah mengungsi ke tempat lebih aman.

Umar, 33, korban banjir Desa Tumpok Barat, Kecamatan Matang Kuli menyebutkan, air terus bertambah sejak tadi malam sehingga  Musyawarah Pimpinan Kecamatan setempat mengumumkan agar warga mengungsi.

"Kami sudah mengungsi sejak dari tadi malam, bahkan ada yang dari kemarin. Ketinggian air di dalam rumah kami saat ini mencapai 2 meter. Sekarang mulai sedikit surut," kata Umar di lokasi banjir.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menyatakan, korban banjir telah mengungsi ke meunasah (surau) dan jalan yang lebih tinggi. Jumlah pengungsi dari tiga kecamatan tersebut sudah mencapai ribuan jiwa.

"Rata-rata mereka mengungsi ke meunasah masing-masing. Mereka juga mendirikan dapur umum di sejumlah titik," kata Fauzi Yusuf di Kecamatan Matang Kuli saat meninjau kondisi banjir.

Data semetara diperoleh pihaknya menyebutkan, hingga saat ini Kecamatan Matang Kuli sudah mencapai 25 desa terendam banjir, 11 desa di Kecamatan Pirak Timu dan 9 desa di Kecamatan Tanah Luas.

Dikatakan, jika korban banjir kekurangan sembako di tempat pengungsian, maka para koordinator pengungsian diharapkan untuk melaporkan kepada camat di masing-masing kecamatan.

"Biar camat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, karena stok (sembako) yang kita simpan di BPBD saat ini mencukupi," tambah Fauzi Yusuf lagi.

Banjir juga merendam beberapa desa lainnya di Kecamatan Samudera, Paya Bakong, Lhoksukon dan Langkahan. Tetapi tidak parah seperti yang terjadi di Matang Kuli, Pirak Timu dan Tanah Luas.

Jalan Medan-Banda Aceh di kawasan Desa Mancang, Kecamatan Samudera juga sempat tergenang hingga ketinggian air mencapai 50 Cm. Arus transportasi tetap berjalan lancar karena dijaga TNI/Polri di lokasi agar tidak terjadi kemacetan.

Seorang warga ditemui menyebutkan, air merendam jalan nasional ini terjadi pada tadi pagi. Penyebabnya, kata sumber itu, tanggul Krueng (Sungai) Pase jebol pada satu titik yang menyebabkan air tumpah ke pemukiman penduduk dan jalan Medan-Banda Aceh.

Sementara itu, enam desa di Kecamatan Tamiang Hulu dan Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh tergenang air banjir setinggi satu setengah meter mulai Rabu 3 Januari malam.

Enam desa yang tergenang air setinggi satu setengah meter di antaranya, Desa Rongoh, Bandar Khalifah, Kampung Tempel, Kampung Lubuk, Rongoh C dan desa Babo di Kecamatan Bandar Pusaka.

Pihak Search and Recue (SAR) sudah melakukan evakuasi terhadap penduduk yang terkena musibah banjir, terutama warga Desa Rongoh dimana ketinggian air di wilayah tersebut melebihi satu meter setengah.

Ketua SAR Kabupaten Aceh Tamiang, Saiful Syahputra membenarkan musibah banjir yang menggenangi beberapa desa di kabupaten tersebut.

"Kita sudah siaga satu, mengingat air yang menggenangi rumah penduduk hingga saat ini tidak memperlihatkan ada tanda tanda akan surut, sebaliknya makin bertambah," ujar dia.

Lebih jauh dikatakan, seperti biasa tim SAR sudah melakukan evakuasi dijalur yang sudah ditentukan, sebagai titik berkumpul masyarakat. "Harus kita ikuti rambu rambunya yang sudah ditetapkan," katanya.


(ALB)