Jafar Cs Sudah Lama Diintai

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:48 WIB
sabu
Jafar Cs Sudah Lama Diintai
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang bersama Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menunjukkan barang bukti narkotika yang disita dari dua tersangka, di Mapolda Raiu, 6 Oktober 2017.

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sindikat narkotika internasional yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pekanbaru, Provinsi Riau, ternyata sudah diintai selama tiga pekan. Mereka bahkan tidak mengetahui jika BNN dan Polda Riau mengikuti pergerakan mereka dari Medan ke Pekanbaru.

"Sudah lama diintai. Ketika bergerak dari Medan ke Pekanbaru, BNN bersama Polda Riau dan BNNP membuntuti dari belakang. Dua pelaku, Jafar dan Zaini tidak mengetahui ketika petugas mengikuti dari belakang," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang saat konferensi pers di Mapolda Riau, Jumat, 6 Oktober 2017.

Baca: Pengedar 25 kg Sabu Tewas Didor

Tepat di Kilometer 76, rute Duri-Pekanbaru, ungkap Nandang, BNN bersama jajaran kepolisian melakukan penyergapan. Petugas langsung menghalau dua mobil yang digunakan pelaku, yakni Mistsubisi Pajero dan Honda CRV.

"Pajero yang dikemudikan Jafar berada di depan sebagai pengendali, dan CRV berada di belakang membawa narkotika. Saat disergap, Jafar melawan petugas dan berusaha kabur. BNN terpaksa menembak pelaku dan meninggal alam perjalanan menuju rumah sakit," ungkap Nandang. 

Satu pelaku, yakni Zaini berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Saat dilakukan penggeledakan, BNN dan pihak kepolisian menemukan 25 paket besar sabu dalam kemasan plastik dan lima bungkus ekstasi label huruf A.

"Sabu tersebut masing-masing disimpan dalam box speaker, subwoofer, dan di bawah jok mobil CRV, sedangkan ekstasi di bawah karpet mobil bagian belakang," terang Nandang. Total berat sabu tersebut yakni 25,554 kg dan ekstasi sebanyak 25 butir.

"Petugas juga menyita tujuh kartu ATM, alat komunikasi berupa handphone dan HT, dua unit mobil Honda CRV dan Pajero dan barang bukti lainnya," tambah Nandang. 

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, menambahkan, tersangka Jafar sudah lama masuk dalam target operasi BNN. Namanya mencuat saat BNN mengungkap sindikat narkoba internasional di Medan beberapa waktu lalu. 

"Barang bukti yang kami sita di Medan saat itu sebanyak 147 kg sabu dan menangkap 5 tersangka. Jafar adalah bagian dari jaringan di Medan. Saat itu dia berhasil kabur. Dan kali ini berhasil kami lumpuhkan, " kata Arman. 

Mantan Kapolda Kepri ini menuturkan, barang bukti narkotika yang diamankan dari tersangka Zaini dan Jafar berasal ari Aceh. Barang haram itu masuk ke Aceh melalui jalur laut dari Malaysia. "Dari Aceh, barang itu dibawa ke Medan dan terus ke Pekanbaru. Selanjutnya akan diedarkan di Riau, Jakarta, dan Pulau Jawa," paparnya. 

Arman menjelaskan, operasi pengembangan kasus tersebut terputus setelah satu tersangka yakni Jafar meninghal dunia. 

"Tersangka Jafar adalah pengendali dan akan mengantarkan langsung narkotika tersebut ke pemesan yang ada di Pekanbaru. Meski demikian, kami tetap akan neyelidiki lebih jauh untuk mengungkap siapa pemesan tersebut," tegasnya. 

Adapun tersangka Zaini merupakan kurir dan sopir yang membawa barang haram itu sesuai arahan dan petunjuk tersangka Jafar. "Tersangka terancam hukuman pidana mati dan dijetsy denga  UU Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika," pungkasnya. 

Hadir dalam ekspose pengungkapan kasus tersebut, Direktur Intelijen BNN, Kepala BNNP Riau, Dir resnarkoba Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau dan jajaran.


(ALB)