Empat Residivis Bagi Rata Emas 2 Kg Hasil Rampok di Pelalawan

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 20 Dec 2017 14:17 WIB
perampokan
Empat Residivis Bagi Rata Emas 2 Kg Hasil Rampok di Pelalawan
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang didampingi Direskrimum Pol Riau AKBP Hadi Purwanto seusai konferensi pers pemgungkapan kasus curat emas, di Mapolda Riau, Rabu, 20 Desember 2017.

Pekanbaru: Nopriyon alias Yoyon, Beni Saputra, dan Sapriden alias Bidin hanya bisa meringis menahan sakit di betisnya saat digiring polisi di Mako Polda Riau, Rabu, 20 Desember 2017. Mata Bidin bahkan tampak memerah lantaran tak kuasa menahan sakit.  

Ketiga pelaku perampokan emas di Kabupaten Pelalawan itu dilumpuhkan polisi lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap di lokasi berbeda. 

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan, mereka adalah tiga dari tujuh tersangka kasus perampokan pedagang emas di Jalan Simpang Langgam, Muara Sako, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, pada 6 Desember 2017 sekitar pukul 18.00 WIB.

Tersangka lainnya adalah; Muh Ainin alias Anin Puntung, Khairul Munziri alias Riri (penadah), Ade Kurnia Putra (pemilik senjata api), dan ED (buron). "Enam orang berhasil kami tangkap. Sedangkan satu lainnya, yakni ED kini buron. Dia adalah otak perampokan emas," ungkap Nandang kepada wartawan di Mapolda Riau, Rabu, 20 Desember 2017. 

Ia mengatakan, tertangkapnya keenam tersangka tak lepas dari koordinasi yang baik yang dilakukan Ditreskrimum Polda Riau dengan jajaran Polres Pelalawan. Sepekan setelah perampokan itu, polisi berhasil meringkus para pelaku di enam lokasi berbeda. 

"Kami tangkap sejak 14 Desember hingga 18 Desember 2017. Hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku baru sekali merampok emas. Ironinya karena ada empat residivis dalam kasus ini. Mereka baru keluar dari Lapas Sialang Bungkuk, Pekanbaru, pada 21 November 2017," kata Nandang. 

Keempat residivis itu, yakni: Beni, Yoyon, Bidin, dan Muh Ainin. Mereka sepertinya tak jera dihukum dan melakukan tindak kejahatan. Nandang menjelaskan, perampokan itu menimpa pedagang emas, yakni Nasir, Firdaus, dan Wati. Saat itu ketiganya baru saja selesai berjualan emas di Pasar Padang Luas, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Dalam perjalanan pulang ke Pekanbaru, kata Nandang, mobil Avanza putih yang ditumpangi ketiga korban tiba-tiba dihadang di Jl Simpang Langgam, Pelalawan. Empat pelaku, yakni Beni, Bidin, Yoyon, dan ED langsung turun dari mobil dan menghampiri mobil korban. 

"Pelaku ED memecahkan kaca depan sebelah kanan mobil dan langsung menyerang Firdaus. Tangan korban diikat dan mulutnya dilakban. Tiga pelaku lain juga beraksi. Mereka mengikat tangan Nasir dan Wati. Ketiga korban lalu dipindahkan ke kursi bagian belakang," kata Nandang. 

Saat itulah keempat pelaku beraksi. Mereka menodongkan senjata api rakitan ke kepala Nasir dan Firdaus untuk menunjukkan dimana emas mereka simpan. Meski berusaha menolak menyebutkan di mana emas itu, pelaku berhasil menemukan tempat emas-emas itu disimpan. 

"Pelaku menemukan emas yang ada di saku celana dan ikat pinggang korban, termasuk di bawah jok kursi sopir. Pelaku juga mengambil dompet, uang tunai, handphone dan tas berisi alat tukang emas milik korban," sebut Nandang. 

Berhasil menguras emas dan harta korban, Bidin yang mengambil alih kemudi mobil mengarahkan kendaraan itu ke perkebunan sawit di kawasan Tenayan Raya, Pekanbaru. Ketiga korban beserta mobil ditinggalkan para pelaku di kebun sawit tersebut. 

Ditambahkan Nandang, keempat pelaku kemudian pindah ke mobil Avanza hitam yang sejak tadi dikemudikan oleh Muh Ainin. "Ainin Puntung ini tugasnya mengikuti dari belakang sejak di lokasi kejadian hingga di kebun sawit. Setelah kejadian itu, para pelaku meluncur ke arah Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau," jelas Nandang. 

Ketiga korban yang berhasil melepaskan ikatan dan lakban di mulutnya langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi terdekat. Tim Ditreskrimum Polda Riau yang dipimpin AKBP Hadi Purwanto langsung mengerahkan tim untuk mengejar para pelaku. 

Hadi menambahkan, tersangka pertama yang berhasil ditangkap adalah Beni. Dia ditangkap di Pekanbaru, beserta emas yang diduga hasil rampok. Setelah dilakukan pengembangan, sambung Hadi, berturut-turut ditangkap yakni Ainin Puntung (Palembang), Bidin (Palembang), Yoyon (Pekanbaru), Ade Kurnia Putra (Pekanbaru), dan Riri yang merupakan penadah dalam kasus ini. 

"Adapun tersangka ED saat ini buron. Dia otak dalam kasus ini," kata Hadi. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dan disita adalah 343,96 gram emas berbagai bentuk, tiga buah senpi rakitan, 12 butir peluru senpi rakitan, palu, gunting, lakban, tali, satu unit mobil Nissan, Toyota Avanza hitam, Toyota Avanza putih, dan barang bukti lainnya," ungkap Hadi. 

Ia menambahkan, total berat barang bukti emas yang dirampok kawanan pelaku sekira 2 kg lebih dan uang tunai masing-masing Rp50 juta. "Emas dan uang hasil rampokan telah dibagi rata para pelaku. Kami masih mendalami kasus ini," pungkasnya. 


(ALB)