Tujuh Puluh Investor akan Serbu Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 08 Feb 2018 17:26 WIB
investasi
Tujuh Puluh Investor akan Serbu Batam
Bandara Hang Nadim Batam, Ant

Batam: Sebanyak 70 investor dari sejumlah negara akan menyerbu Pulau Batam, Kepulauan Riau, sepanjang 2018. Mereka akan masuk ke Batam dengan membawa modal investasi hingga Rp10 triliun.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Ahmad Ma'ruf Maulana,  para calon investor itu bergerak di bidang pengolahan plastik. Kadin menjembatani mereka memilih Batam sebagai tujuan investasi.

"Rencana itu muncul bermula dari adanya kebijakan Tiongkok yang menutup semua industri yang bergerak di bidang pengolahan plastik yang beroperasi di negara itu," kata Ma'ruf di Batam, Kamis 8 Februari 2018.

Kebijakan itu membuat puluhan industri melirik kawasan industri lain di ASEAN, di antaranya Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Rencana hengkang puluhan investor dari negeri Tirai Bambu itu langsung disambut Kadin Kepri. 

"Dalam pertemuan kami bersama beberapa perwakilan investor pengolahan plastik yang ada di Tiongkok baru-baru ini, mereka menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Batam," ujar Ma'ruf. Pertemuan berlangsung di Jakarta dan Ma'ruf hadir kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Ekspor Impor Plastik Indonesia. 

Ma'ruf berusaha meyakinkan para investor agar mau berinvestasi di Batam. Selain lokasinya yang strategis, juga pelayanan perizinan yang semakin mudah, dan adanya beberapa insentif yang ditawarkan pemerintah Indonesia. 

Upaya tersebut membuahkan hasil. Salah satu perusahaan yang sudah memastikan menanamkan modalnya di Batam adalah PT Royal Newport Plastic. Perusahaan asal Tiongkok ini akan berinvestasi sebesar USD5 juta di Batam. 

Ma'ruf menuturkan, perusahaan tersebut akan membangun industri di bidang proses penyelesaian akhir produk palstik. "Untuk tahap awal, perusahaan ini akan merekrut sebanyak 200 tenaga kerja. Kapasitas produksinya 100 ribu ton dengan persentase ekspor mencapai 70 persen," ungkapnya. 

Ia menggaransi bahwa dampak lingkungan yang ditimbulkan dari industri daur ulang plastik ini mampu diatasi dengan baik. "Regulasi dalam negeri bisa memproteksi sedemikian rupa, sehingga dampak lingkungan hidup dari industri daur ulang plastik ini bisa dikendalikan," pungkasnya.  

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, menyambut baik kehadiran investor asal Tiongkok, PT Royal Newport Plastic di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Sebagai bukti keseriusannya berinvestasi di Batam, kata Lukita, perusahaan ini langsung memanfaatkan fasilitas Izin Investasi Tiga Jam (i23J) di PTSP BP Batam. "Hanya dalam tempo tiga jam, perusahaan ini langsung mendapatkan beberapa perizinan untuk berinvestasi di Batam," ujarnya. 

Lukita juga mengapresiasi rencana masuknya 70 calon investor ke Pulau Batam. BP Batam, kata Lukita, akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh investor yang berinvestasi di Batam. "Kehadiran para calon investor tersebut akan semakin menggairahkan perekonomian di Batam. Kami optimis pertumbuhan ekonomi Batam mencapai angka 7 persen," ujarnya.



(RRN)