Cuti Bersama Lebaran 2018 Ditolak Perusahaan di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 08 May 2018 18:20 WIB
Mudik Lebaran 2018
Cuti Bersama Lebaran 2018 Ditolak Perusahaan di Batam
Ilustrasi PNS. (FOTO: ANTARA/Siswowidodo)

Batam: Penerapan libur bersama pada Lebaran tahun ini ditolak kalangan pengusaha di Batam. Selain bisa berdampak pada produktivitas produksi, biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk membayar upah pekerja juga melonjak dari biasanya. 

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng mengatakan kebijakan libur bersama yang diterapkan pemerintah bisa membebani dunia industri di Batam, terutama perusahaan-perusahaan di kawasan industri di kota ini. 

"Bagi perusahaan-perusahaan yang saat ini produksinya meningkat dan banyak menerima pesanan dari luar negeri, kebijakan libur bersama rasanya sulit diterapkan," ungkap Tjaw saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 8 Mei 2018. 

Ia mengatakan, bagi perusahaan dan industri, terutama industri manufaktur yang banyak menerima order dari luar negeri merasa berat untuk menerapkan kebijakan itu. Jika tetap diberlakukan, kata Tjaw, seluruh pekerja yang masuk shift satu akan lembur. Begitupun bagi pekerja yang masuk shift dua. 

"Pekerja akan bekerja lembur. Secara otomatis biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan juga membengkak karena harus membayar tarif lembur empat kali lipat dari hari biasanya. Soal tarif tersebut sudah ketentuan undang-undang," ujar Tjaw.   

Manager Admin and General Affair Kawasan Industri Batamindo (Batamindo Industrial Park) ini menuturkan bahwa industri manufaktur saat ini mulai bergairah dan tumbuh lagi setelah sempat stagnan akibat kondisi perekonomian global. Termasuk industri manufaktur di Pulau Batam saat ini juga mulai bergairah lagi.

Di tengah bergairahnya industri tersebut, pengusaha berharap agar kebijakan libur bersama tidak sampai mengganggu produktivitas usaha di perusahaan maupun industri. Libur bersama juga diharapkan tidak sampai membebani pelaku usaha. 

"Di Malaysia saja, yang juga memiliki kawasan industri tidak memiliki kebijakan libur bersama. Nah, harapan para pengusaha agar cuti bersama selama tujuh hari tidak diwajibkan bagi perusahaan-perusahaan," ujarnya. 

Sebelumnya, pemerintah memutuskan bahwa cuti bersama saat Lebaran tahun ini selama 7 hari atau sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani saat konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

"Pemerintah telah menetapkan melalui SKB 3 menteri pada April 2018," kata Puan. SKB 3 menteri ditandatangani oleh Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Menteri Ketenagakerjaan. 

Dalam keputusan tersebut penambahan cuti bersama diberikan 2 hari sebelum Lebaran, yaitu 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran, yaitu pada 20 Juni 2018. Total cuti bersama adalah 7 hari, yaitu 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018.


(ALB)