Kompol Fahrizal Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Farida Noris    •    Jumat, 06 Apr 2018 19:42 WIB
penembakan
Kompol Fahrizal Jalani Pemeriksaan Kejiwaan
Kapolda Sumut dalam gelar perkara penembakan yang dilakukan Wakapolres Lombok Tengah di Medan, Kamis, 5 April 2018, Medcom.id - Farida

Medan: Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal, 41, harus menjalani pemeriksaan psikologi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah Fahrizal mengalami gangguan kejiwaan sehingga tega menembak mati adik iparnya, Jumingan, 33.

"Tadi pagi kita menghadirkan dokter spesialis forensik kejiwaan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Jumat, 6 April 2018.

Rina bilang pemeriksaan yang dilakukan Polda Sumut terhadap Fahrizal baru hari ini dilakukan. Sebab, usai ditangkap, Farizal belum dapat dimintai keterangan lantaran masih linglung.

"Soalnya setelah ditangkap ia terlihat linglung. Jadi pemeriksaan terhadapnya baru bisa dimulai hari ini," jelasnya.

Adapun terkait motif penembakan, Rina belum banyak bicara. Namun, dari penembakan enam kali yang dilakukan Fahrizal, kuat dugaan Fahrizal sedang sangat marah.

"Jadi sampai sejauh ini belum bisa terjawab motifnya. Untuk isu yang ada, tim kita masih mencari fakta-fakta," paparnya.

Sedangkan untuk hukuman, Rina mengatakan, ancaman yang bisa diperoleh Fahrizal akan lebih berat dari masyarakat umum. Sebab, selain Fahrizal dijerat dengan pidana umum, juga akan dikenakan sanksi kode etik.

"Secara internal juga akan terlibat dalam kode etik. Tapi hal itu masih lama. Masih menunggu keputusan inkrah," pungkasnya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, memastikan Fahrizal yang juga mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan ini akan diproses dengan hukum yang berlaku.

"Jadi biar pun perwira polisi, kita tidak akan membeda-bedakan," katanya.

Sejauh ini, lanjut MP Nainggolan, Polda Sumut masih menyelidiki penembakan yang dilakukan Fahrizal terhadap Jumingan di kediaman orang tuanya di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, No 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Rabu, 3 April malam lalu.

"Saksi yang diperiksa masih tiga orang. Yakni ibu dan istri Fahrizal, serta istri korban," sebutnya.

Disinggung soal motif dari pelaku sampai menembak adik iparnya, MP Nainggolan, enggan menanggapi. 

Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan, Rabu, 4 April 2018 malam. Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas bersimbah darah. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi. Sementara Fahrizal sudah menyerahkan diri ke Polda Sumut.

Fahrizal saat ini menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim.



(ALB)