Tolak Digusur, Warga Tutup Akses Utama Menuju Bandara Hang Nadim Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 22 Sep 2016 18:04 WIB
kerusuhan
Tolak Digusur, Warga Tutup Akses Utama Menuju Bandara Hang Nadim Batam
Warga Baloi Kolam terlibat bentrok dengan Tim Terpadu Kota Batam terkait sengketa lahan Baloi Kolam, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Kericuhan terjadi di kawasan Baloi Kolam, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis sore 22 September. Aksi ratusan warga menutup jalan utama dari Batuampar menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Peristiwa itu bermula saat ratusan warga berkumpul di Baloi Kolam pukul 15.30 WIB. Mereka membakar ban dan membentangkan kayu di tengah jalan.

Aksi mereka itu lantaran menolak rencana tim terpadu bentukan BP Batam-Pemko Batam. Tim bertugas menggusur warga yang bermukin di Baloi Kolam.


(Suasana di akses utama menuju Bandara Hang Nadim saat warga menolak digusur dari Baloi Kolam, MTVN - Anwar Sadat Guna)

"Kami mengecam tindakan tim terpadu yang berusaha menggusur warga tanpa ada negoisasi atau ganti rugi terhadap masyarakat," teriak seorang warga. 

Menjelang sore, situasi makin mencekam. Jumlah warga yang berkumpul di Baloi Kolam terus bertambah.

Aparat berusaha membubarkan warga. Namun warga menolak. Aksi saling lempar pun terjadi. Beberapa orang dari kedua kubu terluka.

Ketua Tim Terpadu Kota Batam Suzairi mengatakan melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada ratusan warga Baloi Kolam untuk meninggalkan lokasi. Menurut Suzairi, lahan yang dihuni warga dari 10 rukun tetangga (RT) itu diserahkan kepada perusahaan.

"Lahan tersebut statusnya sudah milik perusahaan. Lagi pula masyarakat yang bermukim di kawasan itu menempati lahan yang bukan milik mereka. Suka atau tidak suka, tetap akan ditertibkan," kata Suzairi, Kamis (22/9/2016). 

Meski demikian, Tim Terpadu tetap mengupayakan agar ada solusi dan warga tetap mendapatkan haknya, yakni uang sagu hati atau tanah kaveling. "Hasil pertemuan kami dengan pihak perusahaan bahwa mereka sudah menyiapkan lahan kaveling di Nongsa, Batam. Adapun uang sagu hati per KK sekira Rp7 juta," ujarnya. 

Hingga pukul 17.00, suasana di lokasi masih mencekam. Warga Baloi Kolam masih berkumpul dan menyatakan penolakan penggusuran.


(RRN)