Antisipasi Virus Zika, Pintu Masuk ke Batam Diperketat

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 01 Sep 2016 18:08 WIB
virus zika
Antisipasi Virus Zika, Pintu Masuk ke Batam Diperketat
Penumpang kapal ferry dari Singapura melewati poster imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Zika di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (1/9/2016). Foto-foto: Antara/MN Kanwa

Metrotvnews.com, Batam: Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terkait merebaknya virus zika di Singapura. Semua pintu masuk, terutama di Batam, dijaga ketat petugas kesehatan agar virus zika dari Singapura tak masuk ke Tanah Air. 

"Di semua pintu masuk di Batam ini kami tempatkan petugas kesehatan. Mereka akan memeriksa kesehatan, terutama suhu badan penumpang asal Singapura menggunakan sebuah alat pendeteksi suhu badan," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Subuh, saat berkunjung ke Batam, Kamis (1/9/2016).

Sampai hari ini, sebanyak 115 warga Singapura telah terjangkit virus zika. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya, yakni 85 warga. Subuh mengatakan Kemenkes terus berkoordinasi dengan Kemenlu menyikapi merebaknya virus Zika di Singapura.

Semua penumpang dari Singapura yang masuk ke Indonesia, kata dia, akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan. Begitu tiba di rumah, dalam masa 2 hingga 10 hari, bila penumpang itu mengalami gejala demam tinggi, agar segera melapor ke pusat pelayanan kesehatan setempat.

"Bila demam atau suhu badan lebih dari 37 derajat celcius maka harus segera melapor ke pelayanan kesehatan setempat. Nantinya akan dilakukan observasi. Jika dibutuhkan dapat dilakukan pemeriksaan darah untuk memastikan apakah warga atau penumpang tersebut positif zika atau tidak," ujarnya.


Petugas Kemenkes mengawasi monitor thermal scanner di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Alat pemindah suhu (thermal scanner) yang ada di pelabuhan-pelabuhan di Batam, sambung Subuh, juga dapat mendeteksi bila suhu badan penumpang melebih normal. 

"Kalau suhu badan penumpang lebih dari 37 derajat celcius maka tanda merah di alat itu akan menyala. Saat itu juga penumpang bersangkutan akan diperiksa lebih lanjut oleh tim medis," paparnya. 

Kemenkes juga mengimbau masyarakat Kepri yang akan berkunjung ke Singapura agar tetap berhati-hati. Pastikan bahwa aktivitas dan kesehatan lingkungan selama berada di Singapura tetap terjaga. Penularan virus zika terjadi akibat gigitan nyamuk. 

"Terutama kepada ibu hamil yang ingin ke Singapura. Perhatikan agar kesehatan lingkungan tetap terjaga," ujarnya.

Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, mengatakan sejauh ini pemerintah belum mengeluarkan travel warning bagi warganya yang akan ke Singapura. Saat ini, kata dia, peringatan yang dikeluarkan sifatnya baru waspada. 

"Meski demikian, kami imbau warga Indonesia tetap berhati-hari karena virus Zika kian merebak di Singapura. Jumlah warga yang terjangkit terus bertambah, hingga kini sudah lebih dari 100 orang," ujar Swajaya usai menghadiri peluncuran program i23J dan KILK BP Batam di gedung Sumatera Expo, Batam.

Saat ini, kata Swajaya, jumlah WNI di Singapura mencapai 240 ribu orang. Sementara rata-rata jumlah wisatawan asal Indonesia yang masuk ke Singapura sekitar 3 juta orang per tahun.


(UWA)