Asap Kebakaran Hutan Riau Mulai Ganggu Singapura

Intan fauzi    •    Jumat, 26 Aug 2016 20:33 WIB
kebakaran hutan
Asap Kebakaran Hutan Riau Mulai Ganggu Singapura
Ilustrasi. Foto: Antara/Rony Muharrman

Metrotvnews.com, Riau: Asap kebakaran hutan dan lahan di Riau, mulai merambah ke Singapura. Berdasarkan pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), asap itu berasal dari 17 titik kebakaran di Riau yang terpantau sejak Jumat pagi 26 Agustus 2016.
 
Analisis citra satelit Himawari BMKG memperkuat sebaran asap ini. Pada pukul 12.40 WIB dan 14.20 WIB terdeteksi asap menyebar ke timur-tenggara-timur laut hingga mencapai Singapura. Hasil yang sama juga terdeteksi citra satelit Modis dari NASA.

"Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asap kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah dirasakan masyarakat Singapura," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya.

Pola pergerakan angin pada musim kemarau seperti ini, kata Sutopo, selalu dikhawatirkan sejak 2013 lalu. Pasalnya, mulai 2013 hingga tahun ini, pergerakan angin sukses membawa asap kebakaran hutan Indonesia ke Singapura.

"Namun, konsentrasi asap terpantau masih cukup tipis," ujar Sutopo.

Kualitas udara di Singapore untuk PM10 masih tergolong Baik (Good), sedangkan untuk PM2,5 tergolong Tidak Sehat (unhealthy). Pada pukul 13.00 WIB, terukur kualitas udara PM2,5 di beberapa wilayah di Singapura berkisar antara 215-217 psi yang artinya tidak sehat. Udara dikatakan Sehat jika PM2.5 berkisar 65-88 psi, Baik (89-100 psi), Sedang (101-200 psi), dan Tidak Sehat (151-250 psi).

Sementara itu, Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen, yaitu di Rokan Hilir 44 titik, Bengkalis 17, Siak 4, dan Rokan Hulu 2 titik.

"Data hostpot ini sesuai dengan hasil patroli udara di lapangan. Asap cukup pekat mengepul dari lokasi hotspot," kata dia.

Untuk mengantisipasinya, Sutopo mengatakan sebanyak 7.200 personel satgas darat dan satgas udara dikerahkan. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing, dan 1 pesawat Casa untuk menciptakan hujan buatan. 

"Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung, dan sumur pun telah dibangun," katanya.


(UWA)