Tunjangan Dosen dan Pegawai Kampus Umrah tak Cair Setahun

LB Ciputri Hutabarat    •    Kamis, 08 Sep 2016 12:28 WIB
unjuk rasa
Tunjangan Dosen dan Pegawai Kampus Umrah tak Cair Setahun
Dosen dan pegawai Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) berdemonstrasi di Kantor Gubernur Kepri, Kamis (8/9/2016). (Metrotvnews.com/LB Ciputri)

Metrotvnews.com, Tanjung Pinang: Tunjangan kerja dosen dan ratusan pegawai Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) mandek setahun belakang. Keluhan itu mereka sampaikan dengan mendemo Kantor Gubernur Kepulauan Riau.

"Alhamdulillah tunjangan sudah tidak turun sejak November 2015," kata Juru Bicara Solidaritas Dosen dan Pegawai Umrah, Winata Wira kepada Metrotvnews.com, Kamis (8/9/2016).

Winata mengaku tak mendapat penjelasan pasti musabab mandeknya uang tunjangan dosen dan pegawai. Dia hanya paham bahwa dana tunjangan tersebut harusnya turun dari APBD Kepri. Sebab, Umrah merupakan universitas swasta yang baru berstatus negeri.

"Kami enggak tahu alasan paling relevan apa. Kata orang Dinas Pendidikan Kepri defisit. Tapi kata sekda, sudah ada anggarannya. Jadi ini enggak jelas. Kami dilempar-lempar," kata Dosen Fakultas Ekonomi Umrah ini.

Baca: Tunjangan Kinerja Tersendat, Pegawai UGM Ancam Mogok Kerja

Sebagai universitas berstatus transisi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau punya kewajiban membayarkan dana operasional ke Universitas Umrah selama lima tahun. Setelahnya, anggaran akan keluar dari pusat.

"Gubernur sudah punya komitmen bersama menteri buat bayar. Ini tahun terakhir Kepri bayar. Cuma belum ada kami terima," ucap dia.

Salah satu dosen lainnya, Linda, mengaku, keberatan dengan tunjangan kinerja yang tidak cair hampir satu tahun tersebut. Dia bilang gaji pokok sekitar Rp2,4 juta per bulan tidak mencukupi untuk hidup di Tanjung Pinang.


Karyawan Umrah duduk di halaman kantor Gubernur Kepri. 

"Setahun kami cuma bergantung dari gaji pokok. Padahal kami punya keluarga yang harus dihidupi. Ini tidak realistis," kata Linda.

Karena itu, Solidaritas Dosen dan Pegawai Umrah, hari ini, melakukan demo di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau. Mereka menuntut agar keadilan ditegakkan dengan membayarkan tunjangan kepada dosen dan pegawai.

"Supaya prosesnya dipercepat. Kita jangan digantung. Ini kita mau ketemu gubernur minta keadilan," tandas Wira.


(SAN)