Mantan Dirut RSUD Perdagangan Dituntut 2 Tahun

Farida Noris    •    Jumat, 18 Nov 2016 13:35 WIB
kasus korupsi
Mantan Dirut RSUD Perdagangan Dituntut 2 Tahun
Ilustrasi. Foto: MI/Bary F.

Metrotvnews.com, Medan: Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara, Amrianto, dua tahun penjara. Ia dinilai bersalah mengorupsi dana pengadaan alat kesehatan (alkes) di rumah sakit itu.

"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada Amrianto selama dua tahun penjara, denda Rp50 juta subsider tiga bulan penjara," kata JPU Hendri di ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/11/2016) malam.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Parlindungan Sinaga, JPU Hendri mengatakan terdakwa terbukti bersama-sama melakukan tipikor melanggar Pasal 3 jo UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Setelah pembacaan tuntutan, terdakwa menyampaikan akan mengajukan pleidoi pada sidang pekan depan. Kasus ini merupakan pengembangan dari empat terdakwa lain yang sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan. 

Keempatnya adalah Jon Elyas Sentosa Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ramli Sagala selaku Ketua Kelompok Kerja unit layanan pengadaan, Direktur CV Bina Husada Wan Kek Ali Sumitro, dan Andrianto selaku rekanan.

Kasus ini bermula ketika RSUD Perdagangan mendapat anggaran sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan 2012 sebesar Rp116 miliar. Tersangka diduga menggelembungkan harga alat kesehatan dan merugikan negara Rp3,3 miliar.


(UWA)