Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Anak Buah Gatot

Farida Noris    •    Rabu, 02 Nov 2016 18:10 WIB
gatot pujo nugroho
Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Anak Buah Gatot
Eddy Syofian (kanan). Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Pengadilan Tinggi Medan memperberat hukuman mantan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Sumut, Eddy Syofian, menjadi enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Hakim banding juga membebankan mantan penjabat wali kota Siantar itu agar membayar uang pengganti (UP) Rp1,145 miliar.

Putusan itu tertuang dalam Nomor: 29/PID.SUS.TPK/2016/PT-MDN tertanggal 14 September 2016. Putusan dibacakan majelis hakim tinggi yang diketuai Cicut Sutiarso didampingi hakim anggota Robert Simorangkir dan Mangasa Manurung. 

"Iya benar, vonis pak Eddy Syofian diperberat," kata  Humas Pengadilan Tinggi Medan, Bantu Ginting, Rabu (2/11/2016).

Eddy dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terbukti bersama-sama mengorupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial pada tahun anggaran 2012 dan 2013 yang merugikan negara Rp1,145 Miliar. Eddy dianggap melanggar Pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan itu lebih berat dari vonis di tingkat Pengadilan Negeri Medan yang menghukum Eddy lima tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider enam bulan kurungan. 

Di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim ketua Berlian Napitupulu juga tidak membebankan uang pengganti kerugian negara Rp1,145 Miliar seperti yang diminta jaksa. 

Dalam kasus ini, Eddy menyalurkan dana hibah tak sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp150 juta. Selain itu, terdapat Rp55 juta yang tidak sesuai dengan pertanggungjawaban serta Rp150 juta tidak dipertanggungjawabkan. Bahkan, terdapat Rp790 juta disalurkan kepada penerima fiktif.


(UWA)