Ada Bayi di Antara 18 Jenazah Korban Kapal Tenggelam

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 02 Nov 2016 21:16 WIB
kapal tenggelam
Ada Bayi di Antara 18 Jenazah Korban Kapal Tenggelam
Tim dokter dari Dokkes Polda Kepri mengidentifikasi korban kapal tengelam di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (2/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Anwar

Metrotvnews.com, Batam: Sebanyak 18 jenazah korban kapal tenggelam di perairan Tanjungbemban, Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, Batam, diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri, Rabu 2 November 2016.

Kabid Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Kepri dr AKBP Djarot Wibowo mengatakan seluruh jenazah yang diidentifikasi di Instalasi Forensik RS Bhayangkara terdiri dari 10 perempuan dewasa, tujuh laki-laki dewasa, dan satu bayi perempuan berusia sekira 6 bulan. 

"Tim DVI sudah mengambil sampel darah, rambut, dan menyusul DNA ke-18 jenazah untuk diidentifikasi. Kami juga akan mencocokan dengan data ante mortem 22 nama yang kami terima dari posko di Nongsa," kata Djarot kepada wartawan di RS Bhayangkara Polda Kepri. 

Ia mengatakan, setelah dilakukan pencocokan dengan data ante mortem, tim berhasil mengidentifikasi jenazah melalui data awal dari keterangan dan ciri-ciri fisik keluarga korban. Proses selanjutnya adalah rekonsiliasi. 

"Rekonsiliasi ini penting untuk menyimpulkan secara utuh identitas korban melalui hasil identifikasi yang dilakukan, baik dari data awal ante mortem maupun post mortem," kata Djarot.

Untuk mempercepat proses identifikasi, Polda Kepri akan dibantu 6 dokter ahli forensik dan ahli DNA dari Mabes Polri. Tim Mabes Polri dijadwalkan tiba esok pagi di Batam. 

"Kami mengupayakan minimal ada jenazah yang berhasil kami identifikasi malam ini. Tadi ada sekira tiga keluarga korban datang dan memberikan keterangan awal," tambah Djarot. 

Pantauan di Kamar Instalasi Forensik, tim Dokkes RS Bhayangkara sibuk mengidentifikasi jenazah bersama Tim DVI Polda Kepri. Seluruh data korban berusaha dikumpulkan untuk membantu kelancaran proses identifikasi.

Dokkes RS Bhayangkara juga telah menyiapkan lemari pendingin untuk menjamin keutuhan jasad. "Kami jamin tubuh korban utuh karena lemari pendingin kita bertaraf internasional," kata Djarot.

Sebuah kapal cepat berpenumpang 101 tenaga kerja Indonesia tenggelam di Perairan Tanjungbemban sekitar pukul 05.00 WIB, pagi tadi. Kapal yang bertolak dari Malaysia itu karam setelah terempas cuaca buruk dan menabrak karang. Sebanyak 39 orang, terdiri dari 36 laki-laki dan 3 perempuan, selamat. Tim penyelamat telah menemukan 18 korban tewas, sisanya masih dicari.

 


(UWA)