Andi Lala Dua Kali Melakukan Pembunuhan Berencana

Budi Warsito    •    Senin, 17 Apr 2017 18:07 WIB
pembunuhan
Andi Lala Dua Kali Melakukan Pembunuhan Berencana
Polisi menunjukkan foto Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan, yang menjadi buruan polisi, Ant - Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Pembunuhan yang dilakukan Andi Lala terhadap keluarga Rianto bukanlah yang pertama kali dilakukannya. Sebelum menghabisi nyawa Rianto beserta empat orang lainnya, Andi Lala menghabisi seorang pria di Lubuk Pakam pada 2015 lalu. 

"Pembunuhan satu keluarga di Mabar juga mengungkap kasus pembunuhan lainnya yang dilakukan tersangka. Jadi dia (Andi Lala) tahun 2015 juga sudah pernah membunuh. Itu juga dilakukan secara berencana" kata Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin 17 April 2017.

Dijelaskan Rycko, pembunuhan dilakukan oleh Andi terjadi pada 12 Juli 2015. Korbannya bernama Suherwan alias Iwan warga Blok VI Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Merbau. Iwan ditemukan tewas mengapung di parit irigasi Dusun V Desa Pagar Jati, Senin 13 Juli 2015 sekira pukul 06.30 WIB.

"Pembunuhan terhadap Suherwan ini dilatarbelakangi oleh faktor cemburu. Dimana Andi Lala cemburu pada korban karena korban Iwan kerap berhubungan dengan istri tersangka. Bahkan sudah 7 kali melakukan hubungan suami istri," terang Rycko.

Mengetahui perbuatan Suherwan terhadap istrinya Reni Safitri, Andi Lala kemudian menyusun rencana untuk membunuh Suherwan. Ia menjebak Iwan dengan bantuan istrinya. Andi Lala meminta kepada istrinya untuk menyuruh korban datang kerumahnya. Dalam pembunuhan tersebut, Andi Lala dibantu tersangka Irfan.

"Sesampainya dirumah korban langsung dihabisi dengan menggunakan alu untuk menumbuk daun, bahkan alu itu masih dipakai sampai sekarang oleh korban dirumah" papar Kapolda.

Setelah membunuh korban, Andi Lala bersama tersangka Irfan membuang mayat korban di parit irigasi bersama dengan sepeda motornya.  

Istri Andi Lala Berstatus Tersangka

Terungkapnya pembunuhan itupun membuat istri Andi Lala menyandang status tersangka. Pasalnya, Reni Safitri terlibat pembunuhan terhadap seorang pria yang merupakan selingkuhannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Nur Fallah mengatakan,  Safitri menuruti kemauan Andi Lala lantaran takut diceraikan. 

"Jadi sewaktu mengetahui perselingkuhan istrinya,  Andi Lala hendak menceraikan istrinya. Namun istrinya tidak mau diceraikan," ujar Nur Fallah.  

Atas perbuatannya, Andi Lala bersama tiga pelaku lainnya dijerat Pasal 338 dan 340 tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dengan ancaman 20 tahun penjara.  



(ALB)