Banjir Landa 11 Kecamatan di Pasaman Barat

ant    •    Jumat, 12 Oct 2018 13:15 WIB
bencana longsor
Banjir Landa 11 Kecamatan di Pasaman Barat
ilustrasi Medcom.id

Simpang Empat: Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat diterjang banjir, Jumat, 12 Oktober 2018. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat saat ini masih mengevakuasi korban terdampak. 

"Titik banjir di 11 kecamatan menyebar. Masyarakat membutuhkan pertolongan evakuasi jiwa dan barang rumah tangga," kata Kepala BPBD Pasaman Barat, Tri Wahluyo, di Simpang Empat, Jumat, 12 Oktober 2018. 

Ia mengatakan banjir yang terjadi di Pasaman Barat saat ini merupakan banjir terbesar selama 15 tahun terakhir. Sebabnya, banjir datang serentak. Pihaknya mengaku kesulitan untuk mengevakuasi petugas yang terbatas.

"Dengan tenaga terbatas, maka evakuasi dibagi setiap kecamatan dengan melibatkan tenaga dari kecamatan yang ada serta dibantu masyarakat," ujarnya. 

Ia menyatakan, dari data sementara, lebih dari 1.000 rumah warga yang terendam dan sebagian hanyut. Sejumlah bangunan sekolah juga terendam banjir, dua jembatan putus di Tanjung Pangkal dan Jembatan Lubuk Gobing Ranah Batahan.

Tinggi air bervariasi dengan maksimal empat meter. BPBD, PMI, SAR, dan kepolisian saat ini terus memberikan bantuan evakuasi.

"Jumlah pastinya belum dapat karena saat ini kita fokus menyelamatkan korban," katanya.

Untuk evakuasi korban saja, kata dia, petugas kewalahan karena personelnya terbatas. "Saat ini kita fokus menyelamatkan warga yang terjebak di rumah, jembatan, dan tempat umum lain. Kita pindahkan mereka ke lokasi yang aman," ujarnya.

Banjir di Pasaman Barat terjadi di Kecamatan Pasaman, Gunung Tuleh, Sungai Aur, Koto Sawah Ujung Gading, Ranah Batahan, Air Bangis, Parit, dan sejumlah titik lainnya.




(ALB)