Dijaga Oknum TNI AL, Pengamanan Lokasi Judi Ini Disebut Mirip Pentagon

Budi Warsito    •    Rabu, 26 Oct 2016 15:49 WIB
perjudian
Dijaga Oknum TNI AL, Pengamanan Lokasi Judi Ini Disebut Mirip Pentagon
Sejumlah anggota polisi berpakaian preman membawa mesin judi jackpot saat menggerebek tempat judi di kawasan Jalan Pukat V Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/4/2015). Foto: Antara/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: Lokasi judi yang berada di Jalan Emas, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, tak 'tersentuh'. Aparat keamanan dinilai tak bisa menggerebeknya lantaran diduga dijaga ketat oknum anggota TNI Angkatan Laut. 

Saking ketatnya, masyarakat sekitar menjuluki pengamanan lokasi judi itu setara pengamanan Gedung Pentagon, Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut 1 (Kadispen Lantamal), Mayor (Laut) Sahala Sinaga mengaku sudah sering mendengar kabar itu.

"Beredar informasi ada oknum TNI AL yang membekingi, seakan-akan itu judi kami pelihara. Padahal tidak, bahkan kami mendesak polisi segera menutup lokasi judi itu. Agar aparat yang membekinginya bisa segera ditindak," ujar Sahala, Rabu (26/10/2016).

Sahala mengaku pernah menginvestigasi lokasi judi itu. Namun, tak ditemukan ada oknum anggotanya. Ia hanya menemukan berbagai permainan judi mulai dari dadu, kartu, hingga togel. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemilik tempat tersebut berinisial A.

"Kemungkinan (oknum TNI-nya) sudah kabur. Dari hasil pengamatan saya di lokasi, memang banyak pria dengan berambut cepak," ujar dia.

Sahala siap jika polisi mengajak anggota TNI AL menggerebek lokasi judi itu. "Kami siap jika diminta polisi. Jika terbukti ada oknum yang benar mem-backup, akan diberikan hukuman," ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan akan segera menyelidiki keberadaan lokasi judi ini.

"Saya teruskan informasi ini ke Direskrimum untuk segera ditindaklanjuti. Kami dari kepolisian sudah berupaya preventif dari tingkat polsek maupun polres," kata Rina.


(UWA)