Terkena OTT, 2 Pejabat Disdukcapil Batam Jadi Tersangka Pungli

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 18 Oct 2016 15:58 WIB
pungutan liar
Terkena OTT, 2 Pejabat Disdukcapil Batam Jadi Tersangka Pungli
Ilustrasi. Foto: Antara/Lucky R.

Metrotvnews.com, Batam: Dua pejabat dan seorang staf di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Batam ditetapkan sebagai tersangka kasus pungutan liar (pungli), Senin 17 Oktober 2016). Ketiga tersangka masih ditahan di Polda Kepri untuk pengembangan lebih lanjut. 

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan kasus pungli yang menjerat ketiganya masih dalam pengembangan Tim Satgas Merah Putih Polda Kepri. 

Ketiganya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus pungli dalam pengurusan sejumlah dokumen kependudukan di Disdukcapil Batam.

"Mereka diduga melakukan pungli dalam pengurusan sejumlah dokumen kependudukan di kantor tersebut," kata Sam kepada Metrotvnews.com, Selasa (18/10/2016). Dokumen kependudukan itu di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), akta lahir, akta nikah, dan surat pindah. 

Adapun ketiga oknum pegawai Disdukcapil Batam yang ditangkap, yakni Kabid Catatan Sipil Disdukcapil Batam, Jamaris; Kasi Perpindahan Penduduk Disdukcapil Batam, Nasibah; dan staf bidang catatan sipil Disdukcapil Batam, Irwanto.

Tim Satgas Merah Putih Polda Kepri yang melakukan OTT di Disdukcapil Batam menyita sejumlah uang dari meja masing-masing tersangka dengan total Rp5.284.000. 

Modus pungli yang dilakukan ketiga tersangka, kata dia, yakni menerima titipan langsung dari calo atau warga yang mengurus dokumen kependudukan. 

"Warga yang ingin permohonannya diurus langsung menyelipkan sejumlah uang di dalam berkas syarat-syarat dokumen kependudukan yang mereka ajukan," kata Sam. 

Selain menyita uang jutaan rupiah, Tim Satgas Polda Kepri juga menyita 43 lembar akta lahir, enam lembar surat kematian, fotokopi berkas-berkas persyaratan akta lahir, surat keterangan pindah WNI, 14 lembar KTP, dan tiga lembar KTP SIAK. 

"Kasusnya masih kita kembangkan untuk mendalami apakah ada keterlibatan pegawai lain dalam kasus ini," kata Sam.

 


(UWA)