PN Medan Terima Berkas Suap Gatot dari KPK

Budi Warsito    •    Jumat, 21 Oct 2016 11:36 WIB
gatot pujo nugroho
PN Medan Terima Berkas Suap Gatot dari KPK
Gatot Pudjo Nugroho. Foto: MI

Metrotvnews.com, Medan: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan berkas perkara milik mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjo Nugroho terkait kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. 

Humas PN Medan Erintuah Damanik mengatakan berkas perkara tersebut diserahkan, Kamis 20 Oktober dan diantar langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK.

"Iya benar, kemarin siang kita terima dari KPK," kata Erintuah Damanik, Jumat (21/10/2016).

Dengan diserahkannya berkas tersebut,  sidang kasus dugaan penyuapan tersebut, akan segera digelar di Pengadilan Tipikor Medan dalam waktu dekat ini.

Namun, Erintuah mengatakan belum mengetahui secara pasti kapan sidang kasus dugaan penyuapan tersebut dilakukan. Menurut Erintuah, belum ada penetapan jadwal sidang perdana. "Kita menunggu penetapan jadwal sidang," jelasnya.

Sementara itu, untuk berkas perkara tersangka lainnya lanjut Erintuah, PN Medan belum menerimanya. "Kita terima berkas perkara Gatot saja. Untuk tersangka lain tidak tahu. Mungkin saja disidangkan di Jakarta, semua itu ada wewenang dari KPK," terangnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka adalah Muhamad Affan, Guntur Manurung, Parluhutan, Budiman Pardamean Nadapdap, Zulkifli Efendi Siregar, Bustami, dan Zulkifli Husin

Mereka diduga menerima suap terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban gubernur dan persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumut 2013.

Mereka juga diduga menerima duit untuk pengesahan APBD Sumut 2014, pengesahan APBD Sumut 2015, serta persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut TA 2014 dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumut 2015.

Penetapan tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat mantan Gubernur Gatot Pujo. Sebelumnya, Ketua DPRD Sumut Ajib Shah dan koleganya Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Kamaluddin Harahap, serta Sigit Pramono Asri sudah lebih dulu duduk di kursi pesakitan.

Atas perbuatannya, Gatot Pudjo Nugroho dijerat Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU Nomor 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.



(UWA)