Pecandu Asal Sumut Dominasi Pusat Rehabilitasi

Budi Warsito    •    Kamis, 08 Sep 2016 16:13 WIB
bnn
Pecandu Asal Sumut Dominasi Pusat Rehabilitasi
Kepala BNNP Sumut Brigjend Andi Loedianto saat Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada jurnalis di Kota Medan, Kamis (8/9/2016). (Metrotvnews.com/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Pecandu narkoba asal Sumatera Utara (Sumut) mendominasi empat pusat rehabilitasi narkoba terbesar di Indonesia. Yakni, di Lido Bogor, Batam, Baddoka Makassar, dan Tanah Merah, di Samarinda.

Hal ini mengindikasikan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut. Bahkan, saat ini angka penanggulangan penyalahgunaan narkotika di Sumut menjadi yang tertinggi di seluruh Indonesia.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjend Andi Loedianto saat menggelar Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada jurnalis di Kota Medan, Kamis, 8 September.

"75 persen pencadu yang menjalani rehabilitasi berasal dari Sumut. Saat ini, untuk pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, Sumut nomor satu. Sebelumnya kita (Sumut) nomor tiga," papar Andi.



Tingginya temuan kasus narkoba, kata Andi, merupakan tanda keberhasilan penegakan hukum dan pemberantasan narkoba di Sumut. Pasalnya, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dan rekomendasi rehabilitasi tidak dapat dilaksanakan tanpa kinerja dari aparat terkait.

"Penyembuhan satu-satunya atas kecanduan narkoba adalah rehabilitasi. Kalau yang direhabilitasi jumlahnya banyak, itu berarti sudah banyak yang menyadari pentingnya penyembuhan lewat rehabilitasi," terangnya.

BNNP Sumut pun telah membangun pusat rehabilitasi yang ditempatkan di Lubuk Pakam. Meski kapasitasnya masih sangat terbatas dibanding angka pengguna narkoba, Andi berharap hal tersebut memicu seluruh pemerintah daerah ikut serta menyembuhkan para pecandu di daerahnya.



"Kapasitasnya masih 100 orang. Namun ke depannya kita terus menggalang kerja sama dengan pemerintah daerah untuk sama-sama mengembangkannya. Karena warga yang direhabilitasi di sana adalah warga Sumatera Utara," tandas Andi.


(SAN)