IAH Disiapkan 1 Tahun untuk Jadi "Pengantin"

Farida Noris    •    Rabu, 31 Aug 2016 22:54 WIB
bom bunuh diri
IAH Disiapkan 1 Tahun untuk Jadi
Mantan narapidana terorisme, Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: IAH, 17, tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan, diduga telah terlibat jaringan teroris selama satu tahun terakhir. IAH mengikuti kelompok-kelompok radikal, lalu dibaiat dengan ISIS

"Saat saya mengunjunginya di Mapolresta Medan, dia mengaku sudah satu tahun mulai melakukannya," kata mantan narapidana terorisme, Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin, saat ditemui di Pesantren Darusy Syifa di Dusun IV Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Rabu (31/8/2016).

Pria yang dihukum enam tahun penjara karena terlibat perampokan Bank CIMB ini menjelaskan bahwa gerakan-gerakan jihad ini dilakukan secara tersembunyi atau underground. Khairul bahkan menyebut kelompok radikal ini lebih lihai dari intelijen.

"Jadi, gerakan mereka ini seperti hantu. Tak nampak tapi ada. Lebih lihai dari intelijen. Jadi, tidak mungkin anak seusia dia bermain sendirian. Remaja seperti IAH banyak yang telah bersedia menjadi jihadis," urainya.

Para pendoktrin, menurut Ghazali, biasanya mengincar remaja yang memiliki jiwa radikal dan bersekolah yang berbasis umum bukan yang dari pendidikan pasantren.

"Di sini IAH merupakan satu dari sekian banyak remaja yang siap menjadi pengantin apabila diperintahkan untuk berjihad. Aksi IAH boleh jadi upaya bom bunuh diri pertama di Medan. Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada kejadian serupa di masa akan datang. Akan ada yang lebih besar," tegasnya.

Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan, Minggu 28 Agustus pagi. Ledakan yang diduga bom berkekuatan rendah itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB saat Pastor Albert Pandiangan, selesai membaca kitab suci. Saat itu tas ransel yang dibawa IAH meledak. Tersangka duduk di kursi barisan pertama. Ia kemudian lari ke altar membawa pisau dan kapak.

Dia melompati tangga dan menghampiri Albert yang masih berada di mimbar. Albert turun dari mimbar, tetapi dikejar oleh IAH yang hendak mengampaknya. Pelaku yang sempat menusuk lengan kiri Albert kemudian ditangkap umat. Polisi yang tiba sesaat kemudian menyisir gereja. Pada pukul 10.10 WIB, Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Sumut meledakkan bahan peledak yang masih tersisa di halaman gereja.


(UWA)