Pengadilan Tinggi Medan Bebaskan Pasutri & Bidan Penjual Bayi

Farida Noris    •    Selasa, 13 Sep 2016 20:24 WIB
perdagangan anak
Pengadilan Tinggi Medan Bebaskan Pasutri & Bidan Penjual Bayi
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan membebaskan pasangan suami istri dan bidan yang didakwa menjual bayi. Mereka dianggap tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menjual atau memperdagangkan anak.

Ketiga terdakwa yang divonis bebas adalah bidan Magdalena Sitepu dan orang tua bayi, yaitu Jenda Sembiring alias Ucok dan Ika Feronica Mutiara Sembiring. 

Persidangan dipimpin majelis hakim Bantu Ginting serta hakim anggota Benar Karo-Karo dan Jansen Pasaribu. Terjadi dissenting opinion dalam putusan ini. Hakim Ketua Bantu Ginting menyatakan putusan majelis hakim PN Medan harus dikuatkan. Namun, dia kalah suara dengan dua hakim lainnya, sehingga ketiga terdakwa divonis bebas. 

Salah satu pertimbangan yang dimuat dalam dokumen putusan nomor 324/PID.SUS/2016/PT MDN itu disebutkan, uang yang diserahkan saksi kepada Ika Feronika sebesar Rp5 juta bukan sebagai uang penjualan bayinya, melainkan biaya pemulihan kondisi tubuhnya karena dia baru melahirkan di RS Mitra Sejati.

"Amar putusannya, mereka (ketiga terdakwa) divonis bebas. Saya sebagai ketua majelis hakim menganggap mereka terbukti (melakukan tindak pidana), tapi dua anggota hakim menyatakan bebas," kata Humas PT Medan yang juga Ketua Majelis Hakim perkara itu, Bantu Ginting, Selasa (13/9/2016).



Menyikapi putusan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunitri Sagala menyatakan sudah mendaftarkan kasasi perkara itu ke Mahkamah Agung (MA). Saat ini, JPU tengah mempersiapkan memori kasasi yang akan disampaikan dalam waktu dekat. 

"Sudah kami daftarkan Kamis (8 September) pekan lalu. Kita juga sudah laporkan hal ini kepada pimpinan. Pimpinan menginstruksikan untuk kasasi," tegasnya.

Pada Rabu 18 Mei 2016 majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menyatakan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dan diancam dengan Pasal 83 jo Pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Di pengadilan tingkat pertama itu Magdalena dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara, sedangkan Jenda dan Ika dihukum masing-masing 5 tahun penjara. Selain hukuman penjara, Magdalena, Jenda, dan Veronica juga didenda masing-masing Rp300 juta. Jika tidak membayar mereka harus menjalani 3 bulan kurungan.

Jenda Sembiring dan Ika Feronica merupakan warga Desa Deli Tua, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang. Sementara Bidan Magdalena diketahui sebagai warga Jalan Perjuangan Dusun I Batu Penjemuran, Desa Batu Penjemuran, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang.

Ketiganya ditangkap personel Polsek Deli Tua yang menyelidiki informasi mengenai adanya penjualan bayi. Sejumlah petugas ketika itu menyamar sebagai pembeli dan menemui Magdalena. Setelah transaksi berlangsung, petugas pun menangkap ketiganya.


(UWA)