510 Personel Disiapkan untuk Mencegah Sweeping di Sumsel

Alwi Alim    •    Rabu, 27 Sep 2017 13:36 WIB
polemik taksi online
510 Personel Disiapkan untuk Mencegah <i>Sweeping</i> di Sumsel
Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono saat mengawal para sopir angkot yang sedang menggelar aksi -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Unjuk rasa yang digelar ribuan sopir angkot di Sumatera Selatan dikhawatirkan berujung pada aksi sweeping. Sebanyak 510 personel disiagakan untuk menjaga keamanan.

"510 ini personel gabungan dari Polresta Palembang, TNI, dan lain sebagainya," kata Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono di Palembang, Rabu 27 September 2017.

Menurut Wahyu, personel disebar di sejumlah persimpangan yang dianggap rawan terjadi sweeping. Ia juga meminta polsek mempertebal pengamanan di daerah yang rawan, salah satunya di Tangga Buntung.

"Kami sudah meminta para sopir angkot untuk tidak melakukan sweeping karena dapat merusak kondusifitas di Palembang," lanjutnya.

Wahyu mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pelaku sweeping. Seluruh pihak diimbau tidak mudah terpancing dengan pemberitaan di media sosial (medsos).

Selain itu, Wahyu juga menyiapkan bus dan truk untuk mengantisipasi penumpang yang terlantar. "Kami pun akan melakukan patroli terhadap taksi online agar tidak mengetem atau menunggu penumpang, terutama di pinggir jalan," pungkasnya.

(Baca: Ribuan Sopir Angkot 'Serbu' Pemprov Sumsel)

Sebelumnya, sebanyak 5.000 sopir angkot di Sumsel menggelar aksi untuk menghentikan operasional taksi berbasis aplikasi (daring). Aksi dimulai dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel sebagai titik pertemuan, dilanjutkan long march menuju kantor Gubernur Sumsel.

Pemerintah diharap bertindak tegas dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub), sehingga kondisi dapat terjaga. Aksi digelar dengan damai, namun tak menjamin sopir angkot dapat bersikap tenang ke depannya.


(NIN)