Dua KRI Dikerahkan Cari 10 Awak Kapal AS di Selat Malaka

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 21 Aug 2017 15:27 WIB
tabrakan kapal
Dua KRI Dikerahkan Cari 10 Awak Kapal AS di Selat Malaka
Kapal USS John S Mccain yang mengalami kerusakan di bagian lambung kiri akibat tabrakan dengan kapal tanker Alcin MC di bagian Timur Selat Malaka, Senin, 21 Agustus 2017. (Foto: dok. Lantamal IV)

Metrotvnews.com, Batam: Insiden kecelakaan laut yang melibatkan kapal perang USS John S Mccain (DDG) 56 dengan kapal tanker MV Alnic MC di timur Selat Malaka, Senin, 21 Agustus 2017, mengakibatkan 10 kru kapal perang hilang. Lantamal IV, Tanjungpinang mengirimkan kapal untuk pencarian. 

Komandan Lantamal IV Laksma TNI R. Eko Suyatno menyatakan, telah berkoordinasi dengan Komandan Gugus Keamanan Laut Barat Laksma TNI Bambang Irawanto dan pihak terkait. Pihaknya menurunkan KRI Cucut-886, KRI Parang-647. Serta 1 helly 409 dan unsur Patkamla Lantamal IV untuk membantu pencarian.

Eko mengungkapkan, sampai saat ini diperoleh informasi 10 kru kapal USS John S Mccain hilang dan masih dalam pencarian. Sedangkan kapal perang tersebut mengalami kerusakan di bagian buritan lambung kiri bangunan kapal.

Baca: Kapal Perang AS dan Kapal Tanker Tabrakan di Selat Malaka

Selain dari jajaran Lantamal IV Tanjungpinang, sambung Eko, tim SAR dari Malaysian Maritime Enforcement Agency dan Royal Malaysian Navy juga turut melakukan pencarian di lokasi kejadian. Malaysia mengerahkan satu kapal dan dua kapal cepat.

"Selain itu, Singapura juga menurunkan Police Coast Guard dan Royal Singapore Navy melibatkan RSS Gallant dan RSS Resilence serta Basking Shark SAR untuk melakukan pencarian," kata Eko. 

Tidak ketinggalan, satu Heli Sea Hawk dari USS John S Mccain telah diterbangkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.

Untuk mengantisipasi adanya tumpahan minyak akibat tabrakan tersebut, Lantamal IV berkoordinasi dengan instansi terkait. "Namun sampai saat ini belum ditemukan adanya tumpahan minyak yang terlihat di lokasi kejadian," pungkas Eko.


(SAN)