Pembakaran Kantor Polsek Tabir Salah Sasaran

Solmi    •    Minggu, 28 Aug 2016 15:47 WIB
amuk massa
Pembakaran Kantor Polsek Tabir Salah Sasaran
Kantor Polsek Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, ludes terbakar akibat aksi anarki ratusan warga, Sabtu malam (27/8/2016). Foto: MI/Solmi

Metrotvnews.com, Jambi: Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi, ludes dibakar warga. Aksi anarkistis ini diduga dipicu tindakan hukum kepolisian menangkap seorang warga yang diduga terlibat kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media Indonesia, peristiwa amuk warga ini terjadi sekitar pukul 21.00 Sabtu malam 27 Agustus 2016. 

Awalnya kedatangan warga bermaksud mempertanyakan dan meminta polisi melepaskan Denan, warga Desa Rantaupanjang, Kecamatan Tabir, yang ditangkap anggota Buser Polres Merangin, gara-gara menjual sekitar dua gram emas hasil mendulang di sebuah toko emas di Merangin.

Namun, entah siapa yang menyulut dan memulai, aksi warga yang jumlahnya sekitar seratus orang itu berubah anarki. Sejumlah kendaraan bermotor dan mobil polisi dirusak. Amuk warga berlanjut hingga membakar bangunan Polsek.

Karena kalah banyak, sejumlah personel polisi yang berjaga malam itu lari menyelamatkan diri. Mobil pemadam kebakaran yang hendak memadamkan api pun tidak berkutik karena dihalangi warga. Alhasil, kantor Polsek Tabir ludes terbakar.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga, mengatakan amuk massa sulit dikendalikan. Warga yang terprovokasi pun nyaris melukai Munggaran yang terus dilempari batu.

Gelombang amuk warga baru bisa diatasi setelah datang bantuan pasukan pengendali massa dari Detasemen B Brimob di Kecamatan Pemenang, dan personel TNI dari Kodim Bangko, Minggu dini hari.

Untuk mencari solusi peristiwa amuk massa yang berbuah pembakaran aset negara tersebut, Kapolda Jambi Brigjen Polisi Yazid Fanani, sampai Minggu siang, masih sibuk bertemu dengan tokoh masyarakat dan warga di Kantor Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Menurut Kapolda, terjadinya aksi perusakan kantor polisi disebabkan ulah provokator. Beberapa provokator, sebut Kapolda, sudah ditangkap, dan akan diproses sesuai peraturan berlaku. 

Beberapa provokator lainnya, termasuk oknum masyarakat yang terlibat pembakaran, masih dalam penyelidikan.

Kapolda menegaskan aksi warga Sabtu malam itu salah alamat. Mestinya, warga datang menanyakan penangkapan saudara mereka ke Kantor Polsek Merangin di Kota Bangko.

"Bukannya ke Polsek Tabir. Namun, karena banyak provokasi, akhirnya terjadilah perbuatan anarki," kata Yazid, Minggu (28/8/2016).

Sedangkan oknum warga yang sempat ditangkap tim Buser Polres Merangin, menurut Kapolres Merangin, hanya dimintai keterangan terkait dengan beberapa gram emas yang diduga berasal dari kegiatan penambangan tanpa izin ke sebuah toko emas di Merangin. "Warga dimaksud (Denan) saat ini sudah dilepaskan," ujarnya.

Sementara itu, karena kantor ludes terbakar, Bupati Kabupaten Merangin, A.L. Haris, meminta camat Tabir mencari tempat dan bangunan sementara untuk dapat dipergunakan sebagai kantor polisi sementara.
(UWA)