5.600 Polisi Amankan Rangkaian `Ngunduh Mantu` Kahiyang-Bobby

Antara, LB Ciputri Hutabarat    •    Sabtu, 25 Nov 2017 10:48 WIB
jokowi mantu
5.600 Polisi Amankan Rangkaian `Ngunduh Mantu` Kahiyang-Bobby
Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw -- MTVN/LB Ciputri Hutabarat

Medan: Sebanyak 5.600 polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya pesta adat `ngunduh mantu` Muhammad Bobby Afif Nasution-Kahiyang Ayu. Mereka bertugas mengamankan tujuh lokasi yang dikunjungi Presiden Joko Widodo dan rombongan selama di Sumatera Utara.

Tujuh lokasi yang dimaksud, yaitu Kompleks Bukit Hijau Regency yang menjadi lokasi pernikahan Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, Hotel Arya Duta tempat Presiden dan rombongan menginap, Bandara Kualanamu, Bandara Lanud Soewondo, Gedung Medan International Convention Center (MICC) sebagai tempat dimulainya kirab budaya, Asrama Haji Medan, dan Bandara Silangit.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan, bakal ada pengamanan lebih ketat di jalanan saat kirab budaya berlangsung pada Minggu, 26 November 2017. Formasi akan dibentuk sedemikian rupa untuk mengamankan keluarga Presiden.

"Kita upayakan mensetting agar mereka (polisi) bisa merapat 2/3 atau separuh mendekat," kata Paulus di Medan, Sabtu, 25 November 2017.

Kendati dilakukan pengamanan ketat, sebisa mungkin keluarga Presiden tetap dapat berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang rute kirab. Paulus berharap, seluruh acara bisa berjalan dengan lancar.

"Saat kirab, tak boleh ditutup dan dibatasi karena masyarakat banyak yang ingin lihat," ujarnya.

Selain pengerahan personel, Polda Sumatera Utara juga membentuk delapan pos pengamanan yang berada di pintu masuk Kompek Taman Setia Budi Indah, bekas SPBU Petronas, depan Hotel Arya Duta, Asrama Haji, Bundaran Polonia, Jalan STM Suka Tangkas, Bandara Kualanamu, dan Bid Dokkes Polda Sumatera Utara.

Sat pengamanan, Polda Sumatera Utara mengedepankan kegiatan preventif dan preemtif yang didukung kegiatan kntelijen dan penegakan hukum. Masyarakat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan `ngunduh mantu` tersebut sehingga dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan
terkendali.

 


(NIN)