Orangtua Yoyok Syok Didatangi Densus 88

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 25 Oct 2017 17:09 WIB
terorisme
Orangtua Yoyok Syok Didatangi Densus 88
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Penangkapan terduga teroris, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, 32, di Jalan Bukit Barisan, Kota Pekanbaru, oleh Densus 88 Antiteror Polri masih membuat keluarga dan orangtuanya syok. Mereka masih belum percaya Yoyok terlibat jaringan teroris.

"Saya kaget begitu dengar polisi (Densus 88) mengatakan bahwa anak saya ditangkap karena diduga terlibat jaringan teroris," kata Magdalena, 56, ibu kandung Yoyok saat ditemui Metrotvnews.com di rumahnya di Jl Mangga Besar III, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu, 25 Oktober 2017.

Tidak hanya itu, aku Magdalena, Densus 88 Polri yang datang ke rumahnya sekira pukul 15.00 WIB juga menyebutkan bahwa Yoyok juga sempat mengikuti latihan menembak bersama beberapa orang di Jambi beberapa waktu lalu. 

"Kami benar-benar syok mendengar informasi tersebut. Saya belum percaya Yoyok terlibat kelompok teroris. Dia itu orangnya pendiam dan saya selalu memantau aktivitasnya di rumah dan juga bila dia keluar rumah," aku Magdalena.

Baca: Jaringan Teroris Riau Rencanakan Serang Polsek hingga Polda Riau

Ia mengaku bahwa sekira enam bulan lalu Yoyok berangkat ke Jambi. Putranya itu mendapat tawaran bekerja menanam sawit di salah satu perkebunan sawit di Provinsi Jambi. Setibanya di Jambi, pekerjaan yang dijanjikan kepada Yoyok ternyata berbeda. 

"Anak saya malah disuruh mengangkat bonggol (akar sawit yang sudah mati). Yoyok menolak melakoni pekerjaan itu dan memutuskan untuk kembali ke Pekanbaru," kata Magdalena.

Lantaran tak punya cukup biaya untuk ke Pekanbaru, Yoyok memutuskan menginap di rumah seorang warga bernama Muslim. "Yoyok mengenal Muslim lewat perantara seorang rekannya di Jambi. Dia menginap selama tiga hari di sana," tururnya. 

Belakangan diketahui bahwa Muslim telah ditangkap polisi dalam kasus dugaan jaringan teroris Jaringan Anshori Daulah (JAD) di Jambi. Bu Yet, kerabat Yoyok, yang juga ditemui di kediaman Yoyok di Jl Mangga Besar, mengaku terkejut ketika puluhan polisi bersenjata tiba-tiba "mengepung" rumah Yoyok sekira pukul 15.00 WIB. 

"Saya kebetulan ada di rumah Yoyok. Saat itu kami hanya bertiga. Saya, ibu Yoyok, dan neneknya. Polisi berseragam dan menutup wajahnya datang ke rumah dan menyampaikan maksud kedatangan mereka. Saya terkejut karena Yoyok sudah ditangkap polisi karena diduga teroris," ujarnya. 

Baca: Lima Terduga Teroris Ditangkap di Pekanbaru

Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, kata Bu Yet, polisi meminta izin untuk melakukan penggeledahan. Densus 88 Antiteror Pori bersama Polda Riau memeriksa setiap ruangan di rumah Yoyok. Sekira setengah jam berada di rumah tersebut, polisi mengamankan sebilah parang, buku agama, dan sebuah tas ransel.

"Parang itu biasanya dipakai untuk kurban. Sedangkan tas ransel yang ikut dibawa polisi dalam keadaan kosong, tak berisi apapun," kata Bu Yet. Selesai melakukan penggeledahan, Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Riau meninggalkan lokasi. 

Aritonang, warga sekitar juga mengaku kaget saat melihat puluhan polisi bersenjata masuk ke Jl Mangga Besar dan "mengepung" rumah Yoyok. Bahkan ada dua kendaraan Barracuda milik Brimob disiagakan di sekitar lokasi penyeegapan. 

"Ada banyak polisi yang datang. Mereka memegang senjata laras panjang. Beberapa di antaranya menyisir hingga ke ujung jalan," ujarnya. Aritonang mengaku mengenal Yoyok karena sudah bertetangga sejak lama. 

Ia mengenal Yoyok sebagai pribadi yang baik. "Kalau kami bertemu atau lagi berpapasan, kami saling sapa atau sekadar melempar senyum," ujarnya. 


(ALB)