Anjing Pelacak Cari Narkoba di Kapal BH2916

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 26 Feb 2018 19:51 WIB
kapal
Anjing Pelacak Cari Narkoba di Kapal BH2916
Jajaran Lantamal IV mendatangkan dua ekor K9 ke dermaga pelabuhab Yos Sudarso, Lantamal IV Tanjungpinang untuk mencari narkoba di atas kapal FU YU BH2916, Senin, 26 Februari 2018.

Tanjungpinang: TNI AL menurunkan dua ekor anjing pelacak atau K9 untuk mengendus narkoba atau barang berbahaya di atas kapal MV FU YU BH2916. Kedua K9 tersebut didatangkan dari Bea Cukai dan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL). 

Wakil Komandan Lantamal IV, Tanjungpinang, Kolonel Laut Imam Musaeni mengatakan, kedua K9 tersebut didatangkan untuk mengantisipasi adanya muatan berbahaya atau narkoba di atas kapal ikan asing tersebut. 

"Kami telah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan POMAL untuk mendatangkan anjing pelacak mereka. Nanti akan kami turunkan untuk menyusuri adanya kemungkinan narkoba di dalam kapal," kata Imam saat konferensi pers di dermaga pelabuhan Yos Sudarso, Lantamal IV Tanjungpinang, Senin, 26 Februari 2018.

Baca: Kapal Taiwan Sempat Kabur ke Perairan Malaysia

Imam megungkapkan, pihaknya akan mendalami adanya kemungkinan naroba di atas kapal Taiwan tersebut. Hasil pemeriksaan tes urine terhadap 10 ABK termasuk nakhoda dinyatakan negatif. 

Meski demikian, TNI AL tetap akan memeriksa di dalam kapal. "Tetap kami akan lakukan pemeriksaan di kapal. Terlebih saat ini ada indikasi bahwa kapal-kapal ikan asing membawa narkoba masuk ke Indonesia," ujarnya.

TNI AL, tambah Imam, juga akan berkoordinasi dengan jajaran terkait yakni dengan BNN dan kepolisian jika nantinya ditemukan benda berbahaya atau narkoba di atas kapal MV FU YU BH2916. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

"Saat ini ABK maupun nakhoda masih berada di atas kapal. Pemeriksaan lanjutan masih akan berlangsung," pungkas Imam. 

Baca: Lagi, KRI Sigurot Tangkap Kapal Asing di Perairan Kepri

Diberitakan sebelumnya, KRI Sigurot berhasil menangkap kapal MV FU YU BH2916 di perairan sekitar selat Singapura yang berbatasan langsung dengan Indonesia, Minggu, 24 Februari 2018. Kapal ditangkap saat melakukan pergerakan mencurigakan di perairan tersebut. 

Dari dokumen kapal yang diperiksa, kapal Taiwan itu seharusnya berangkat dari Afrika Timur menuju lautan lepas si Samudera Hindia melakukan aktivitas menangkap ikan di lautan lepas Samudera Hindia. Tapi justru ditemukan berlayar di Selat Malaka menuju wilayah perbatasan antara Singapura-Indonesia. 

Kapal itu diawaki 10 orang ABK termasuk nakhoda. Kapal Taiwan ini diketahui tak memasang bendera dalam pelayarannya di Selat Malaka. 


(ALB)