Keluarga Jumiarni bakal Laporkan Puskesmas ke Polisi

Alwi Alim    •    Rabu, 15 Nov 2017 18:07 WIB
kesehatan
Keluarga Jumiarni bakal Laporkan Puskesmas ke Polisi
Ibu korban, Meisyah saat menunjukkan foto semasa hidup Jumiarni

Palembang: Jumiarni, 8, meninggal setelah mendapat imunisasi vaksin tetanus dari Puskesmas 7 Ulu Palembang yang dilakukan sekolah. Pascaperistiwa itu, Puskesmas tak punya niatan baik menjelaskan yang terjadi.

"Kami masih menunggu itikad baik dari pihak puskesmas. Jika masih tidak ada maka akan kami laporkan ke pihak berwajib," kata Ibu korban, Meisyah saat ditemui di rumah duka, Rabu, 15 November 2017.

Baca: Bocah SD Lumpuh usai Mendapatkan Imunisasi Cacar

Ia mengaku sebenarnya sejak anaknya mengalami kelumpuhan, pihak keluarga sudah berencana melaporkannya. Namun, keluarga masih menahannya dengan berharap akan ada penjelasan dari puskesmas.

"Jika nantinya puskesmas ada keteledoran, kami akan tempuh jalur hukum dan kami harap pelaku mendapatkan hukuman setimpal karena telah menghilangkan nyawa anak saya," ujarnya.

Baca: Dinkes Sumsel Dalami Kasus Siswa SD Meninggal setelah Dapat Vaksin

Ia tidak menyangka kalau putri sulungnya pergi begitu cepat. Bahkan, sebagai seorang ibu dirinya sangat terpukul. Bukan hanya ia, sang adik juga sangat kehilangan seorang kakak dan selalu bertanya keberadaan sang kakak.

"Dari semalam Putri tidak bisa tidur, dia selalu menanyakan keberadaan Ani. Karena memang mereka selalu tidur berdua," pungkasnya.

Seperti diketahui, usai dilakukan vaksin massal di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Al Hikmah Gang Duren 7 Ulu Palembang, Jumiarni bocah 8 tahun harus mengalami kelumpuhan bahkan harus meregang nyawanya pada Selasa pagi 09.00 WIB.


(ALB)