Buron Korupsi Bank Sumut Menyerahkan Diri

Farida Noris    •    Sabtu, 22 Oct 2016 10:32 WIB
kasus korupsi
Buron Korupsi Bank Sumut Menyerahkan Diri
Irwan Pulungan (kanan) menyerahkan diri ke Kejati Sumut. Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Satu dari tiga buronan kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut, Irwan Pulungan, akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Sumut. Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut itu mendatangi gedung Adhyaksa setelah hakim Pengadilan Negeri Medan menolak permohonan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukumnya.

Irwan mendatangi Kantor Kejati Sumut Jumat sore 21 Oktober 2016 didampingi keluarga. Setelah menjalani proses administrasi, tim penyidik pidsus menahan tersangka di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumut, Bobbi Sandri, mengatakan tim intelijen dan pidsus berhasil mendesak Irwan keluar dari tempat persembunyiannya. Desakan itu sejak terbitnya surat DPO, penyebaran brosur foto tersangka, dan pemberitaan media.

"Sebelum dikeluarkannya surat DPO, Tim Intelijen dan penyidik Pidsus telah memantau dan menginvestigasi sejak 6 September," kata Bobbi Sandri.

Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Medan, Jumat sore, hakim tunggal Riana Pohan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Irwan diwakili kuasa hukumnya. Di hadapan kuasa hukum Irwan dan termohon yang diwakili Netty Silaen dari Kejati Sumut, hakim berpendapat penyidik Kejaksaan Tinggi Sumut telah sesuai aturan menetapkan Irwan sebagai tersangka dan patut ditahan.

Irwan bersama dua buronan lainnya, Zulkarnaen selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Haltatif selaku Direktur CV Surya Pratama, telah dipanggil penyidik sebanyak lima kali secara patut. Tiga kali dipanggil sebagai tersangka dan dua kali dipanggil sebagai saksi. Namun, ketiganya tak pernah memenuhi panggilan itu. Sehingga, Kejati menetapkan ketiganya sebagai DPO.

 


(UWA)