Cadangan Listrik Batam saat Lebaran Mencapai 60 Persen

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 07 Jun 2018 16:20 WIB
listrik
Cadangan Listrik Batam saat Lebaran Mencapai 60 Persen
PLTU Tanjungkasam di kawasan Punggur, Kota Batam. PLTU ini mampu menyuplai energi listrik untuk Kota Batam sebesar 110 MW.

Batam: PLN Batam memastikan sistem kelistrikan di Batam menjelang hari raya Idul Fitri dalam kondisi baik. Masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan energi listrik Batam saat Lebaran nanti mencapai 60 persen dari total daya mampu sebesar 545 Mega Watt (MW). 

Direktur Operasi PLN Batam Awaluddin Hafid mengatakan PLN Batam telah melakukan tindakan ekstra dan khusus untuk menjaga sistem kelistrikan di Batam aman selama Ramadan hingga Idulfitri 1439 Hijriah nanti.    

"Kami telah melakukan langkah-langkah khusus jangan sampai terjadi gangguan selama Ramadan sampai Lebaran nanti. Jauh hari kami telah melakukan maintenance atau pemiliharaan agar kehandalan listrik tetap terjaga," ujar Awaluddin. 

Dia menjelaskan, kapasitas dari seluruh pembangkit listrik di Batam saat ini mencapai 545 MW. PLN Batam memperkirakan beban puncak pada hari Lebaran tanggal 15 Juni 2018 nanti sebesar 241 MW, tepatnya di pukul 06.30 hingga 08.30 WIB. Adapun beban puncak pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB sebesar 295 MW.    

"Ada cadangan energi listrik sebesar 60 persen pada hari raya Idul Fitri nanti. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menjalankan aktivitasnya. Silakan menggunakan listrik sepuasnya karena pasokan listrik kita sangat memadai," jelas Awaluddin. 

Menurunnya pemakaian energi listrik menjelang Lebaran karena banyak masyarakat mudik lebaran. Pemakaian listrik di kantor-kantor, perusahaan, industri, termasuk hotel juga menurun seiring libur bersama Idul Fitri. "Sedangkan pada hari biasa atau di luar perayaan hari keagamaan, beban puncak pemakaian listrik di Batam mencapai 400 MW," kata Awaluddin. 

Dia menambahkan, untuk menjaga sistem kelistrikan di Batam tetap handal selama Ramadan hingga Lebaran nanti, PLN Batam menyiagakan sedikitnya 250 karyawan dan petugas lapangan. Ratusan karyawan tersebut terdiri dari; petugas layanan gangguan 69 orang, petugas di gardu induk 60 orang, petugas di mesin pembangkit 52 orang. 

"Selebihnya adalah karyawan dan manajemen PLN Batam yang turut siaga memantau sistem kelistrikan di Batam," tambah Awaluddin didampingi GM Generations & Transmission Hamidi Hamid, Head of Operation Peri Perdinal, dan Manager of Public Relations Bukti Panggabean.     

GM Generations & Transmission Hamidi Hamid menambahkan, PLN Batam saat ini fokus untuk menjaga kehandalan listrik Batam. Petugas di lapangan tidak ada lagi yang melakukan pemeliharaan karena hal itu sudah dilakukan jauh hari sebelum Ramadan tiba.  

"Namun demikian, kita juga harus mengantisipasi hal-hal yang terjadi di luar perhitungan kita. Bila terjadi sesuatu di luar dugaan, kami sudah punya SOP untuk menanganinya," ujar Hamidi. 

Sekadar diketahui, energi listrik Batam disuplai dari enam titik  pembangkit listrik, di antaranya; PLTU Tanjungkasam dengan daya listrik sebesar 110MW, PLTMG Panaran (22 MW,)  PLTGU Panaran (160 MW), PLTG Tanjunguncang (milik PLN) 80 MW, PLTG (milik swasta) 70 MW. PLTMG Kabil (17 MW).  

"Kapasitas daya listrik di Batam mencapai 545 MW. Jika ditambah dengan energi listrik dari mesin-mesin PLTD PLN Batam sebesar 45 MW maka totalnya bisa mencapai 600 MW," pungkasnya. 


(ALB)