Bandar Narkoba yang Tertembak Merupakan Koordinator Penyelundupan Sabu

Budi Warsito    •    Rabu, 19 Oct 2016 15:01 WIB
narkoba
Bandar Narkoba yang Tertembak Merupakan Koordinator Penyelundupan Sabu
JUM, bandar narkoba yang tewas ditembak petugas BNN. (foto: MTVn/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Tersangka JUM, 49, warga Aceh yang tewas ditembus peluru petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) ternyata merupakan koordinator dalam upaya penyelundupan sabu-sabu.

"Yang meninggal tertembak koordinator dari keseluruhan. Dia membawa dan mendistribusikan kepada pelanggannya," ungkap Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari, di Jalan TB Simatupang, Sunggal, Medan, Rabu (19/10/2016).

JUM tewas setelah mendapatkan dua tembakan di bagian dada. JUM tewas sebelum tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Sementara itu, dari keterangan IRL, 33, warga Medan dan ABM, 51, warga Aceh mengaku, baru kali ini melakukan penyelundupan narkoba. Para tersangka, menyimpan barang bukti 100 ribu butir ekstasi, 50 ribu butir happy five dan 38 kilogram sabu di dalam koper pakaian berwarna abu-abu yang dibawa dengan mobil Toyota Rush hitam bernopol BK 1804 PK.

Akibat perbuatannya, IRL dan ABM dijerat pasal berlapis, "Pasal 112, 114, 123 Undang Undang No 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. Ditambah juga dengan penyidikan TPPU sesuai dengan UU No 8 tahun 2010," jelas Arman.

Diberitakan sebelumnya, BNN meringkus tiga orang tersangka penyelundupan narkoba di Jalan TB Simatupang, Sunggal, Medan, Selasa, 18 Oktober 2016 malam. Tiga tersangka yang diringkus yakni, JUM, 49, warga Aceh Tamiang yang ditembak petugas; IRL, 33, warga Medan dan ABM, 51, warga Aceh. Ketiganya dikuntit sejak pukul 14.00 WIB dari perbatasan Aceh-Sumut sampai akhirnya diringkus sekitar pukul 19.00 WIB. 

Selain barang bukti narkoba, BNN juga menyita uang tunai Rp12 juta, alat komunikasi dan kendaraan Toyota Rush BK 1804 PK. BNN pun masih terus mengembangkan kasus tersebut.


(MEL)