Penyerangan Gereja Jadi Masukan Pansus RUU Anti Terorisme

Farida Noris    •    Minggu, 28 Aug 2016 20:24 WIB
bom bunuh diri
Penyerangan Gereja Jadi Masukan Pansus RUU Anti Terorisme
Trimedya Panjaitan. (MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Medan: Aksi penyerangan Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, Minggu (28/8/2016) pagi yang dilakukan IAH,17, menjadi masukan bagi Pansus RUU Anti Terorisme. Nantinya Pansus RUU Anti Terorisme akan memberikan penguatan kepada Polri untuk menangani aksi terorisme.

"Ini masukan bagi Pansus RUU Anti Terorisme, bagaimana bisa memberikan penguatan kepada Polri yang mempunyai kewenangan lebih dalam menangani aksi terorisme," ucap Anggota Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan, di Mapolresta Medan, Minggu (28/8/2016).

Trimedya mengatakan, pada Kamis, 25 Agustus lalu, Pansus RUU Anti Terorisme telah menggelar rapat bersama BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Ketika itu, BNPT menghadirkan Ali Imron terpidana kasus terorisme ke Gedung DPR. 

"Saat itu dihadirkan Ali Imron salah satu terpidana Bom Bali. Di situ Ali Imron menceritakan bagaimana teroris mencuci otak calon 'pengantin"'agar mau menjadi pelaku bom bunuh diri. Ali Imron juga menyatakan sudah menyampaikan kepada rekan-rekannya untuk perang terhadap terorisme," ujarnya.

Karena itu, Trimedya meminta Polri agar jangan lengah menangani kasus ini. Bisa saja peristiwa sama terulang di daerah lain.

"Kita minta Kapolresta Medan untuk mengungkap kasus ini. Kami minta Polri jangan lengah. Bisa jadi hari ini terjadi di Medan, selanjutnya di daerah lain di Indonesia, karena ini signal bahwa mereka masih ada," bebernya.

Seperti diberitakan, IAH diamankan di Gereja St Yosep, Minggu pagi tadi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Namun, aksinya berhasil digagalkan setelah diringkus jemaat lantaran menyerang pastur dengan pisau. 


(LDS)