AKP Ichwan Lubis Minta Rp3 Miliar ke Bandar Narkoba

Farida Noris    •    Selasa, 04 Oct 2016 21:37 WIB
narkoba
AKP Ichwan Lubis Minta Rp3 Miliar ke Bandar Narkoba
AKP Ichwan Lubis (tengah). Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Bekas Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis, 38, akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Medan, Selasa 4 Oktober 2016. Dia didakwa menerima uang hasil tindak pidana narkotika sebesar Rp2,550 miliar dari bandar narkotika jaringan internasional, Togiman alias Toge, narapidana Lapas Lubuk Pakam.

Persidangan yang digelar di ruang Cakra 6 itu juga mendudukkan tiga terdakwa lainnya, yakni Togiman alias Toge, Tjun Hin alias Ahin, dan Janti. Sedangkan satu terdakwa lagi, Mirawaty alias Achin belum menjalani persidangan. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menyatakan kasus itu berawal dari tertangkapnya Mirawaty pada 1 April 2016 sekitar pukul 16.30 WIB oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Togiman kemudian menghubungi Ichwan dan mengatakan, "Bang, anggotaku ditangkap BNN, Abang bisa urus tidak?" Ichwan menjawab, "Tunggu kabar saya dulu, saya mau konfirmasi dulu ke BNN."

Togiman kemudian menugaskan Tjun Hin alias Ahin agar berkomunikasi dengan Ichwan. Tjun Hin diminta mengawal agar Togiman tidak dilibatkan dalam kasus tertangkapnya Mirawaty.

Sekira pukul 21.00 WIB, Tjun Hin menghubungi Togiman mengatakan bahwa Ichwan meminta uang Rp3 miliar untuk mengurus perkara itu, ditambah uang operasional Rp50 juta. Togiman lantas menghubungi terdakwa dan menawar sehingga diperoleh kesepakatan Rp2,8 miliar.

Pada Minggu 3 April 2016 sekitar pukul 04.00 WIB, Tjun Hin menyerahkan uang Rp50 juta kepada Ichwan di Jalan Tol Belawan sebagai uang operasional.

Pada Senin 4 April 2016, Togiman menyuruh kakaknya Janti  untuk menarik uang tunai Rp2 Miliar. Lalu Tjun Hin menemui Janti di Jalan Katamso Medan untuk mengambil uang tersebut dengan membawa Rp300 juta yang sebelumnya ditransfer Janti ke rekening Tjun Hin. Total uang Rp2,3 miliar disimpan dalam kardus coklat.

Setelah menerima uang dari Janti, Tjun Hin kemudian membawa uang itu ke rumah Ichwan di Jalan Tuasan Nomor 71D Kelurahan Sidoarjo Hilir Kecamatan Medan Tembung. Sesampainya di depan rumah terdakwa, Tjun Hin menghubungi terdakwa. Terdakwa menyuruh Tjun Hin menaruh uang itu di gudang samping rumah terdakwa.


Rumah AKP Ichwan Lubis. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Ichwan sempat bertanya ke Tjun Hin apakah ada orang yang mengikuti. Tjun Hin menjawab tidak ada. Setelah itu, Tjun Hin menemui Togiman di Lapas Lubuk Pakam. Togiman lalu menyerahkan uang sebesar Rp300 juta ke Tjun Hin untuk diserahkan lagi ke Ichwan. 

Pada Selasa 5 April 2016 sekitar pukul 12.00 WIB, Tjun Hin menyerahkan uang Rp200 juta di ruangan kerja Ichwan. Sedangkan sisanya Rp100 juta disimpan Tjun Hin. Sehingga, uang yang diserahkan oleh Tjun Hin kepada terdakwa atas perintah Togiman Rp2,550 miliar.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu Pasal 137 huruf b UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau kedua Pasal 5 ayat 1 Jo Pasal 10 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Di persidangan itu, Janti tampak memakai kursi roda dan masker. Dia mengaku tengah menderita tuberculosis (TBC). Majelis hakim lantas mempersilakan Janti meninggalkan ruang sidang usai JPU membacakan dakwaan mereka. Togiman membawa Janti ke ruang tahanan sementara. JPU melanjutkan pembacaan dakwaan untuk Ichwan dan Tjun Hin.

Setelah dakwaan dibacakan JPU, majelis hakim lantas menutup persidangan. Sidang dilanjutkan pada Selasa 11 Oktober 2016 dengan agenda pembacaan eksepsi. Ichwan menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi.

Seperti diketahui, Togiman juga terjerat berbagai kasus narkotika lainnya. Dia mengatur peredaran 21,425 kilogram sabu, 44.849 butir pil ekstasi dan pil happy five dari Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang. 

Togiman dibantu kaki tangannya Mirawaty alias Achin, 33, suami Achin, Hendy, 31, serta Agus Salim alias Mr Lim alias Alim. Jaringan ini diatur warga negara Malaysia berinisial B.

 


(UWA)