Kejati Sebar 3 Wajah Buronan Koruptor Bank Sumut

Budi Warsito    •    Rabu, 28 Sep 2016 18:01 WIB
kasus korupsi
Kejati Sebar 3 Wajah Buronan Koruptor Bank Sumut
Foto tiga tersangka kasus korupsi Bank Sumut jadi buronan penyidik Kejati Sumut (Foto: MTVN/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyebarkan lima ribu lembar surat daftar pencarian orang (DPO) yang berupa foto dan identitas tiga buronan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kendaraaan operasional Bank Sumut.

"Akan kami sebar di tempat-tempat keramaian seperti terminal, bandara, mal, dan lokasi yang kerap didatangi warga," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri, Rabu (28/9/2016).

Penyebaran identitas tiga buronan itu untuk mempersempit ruang pelarian mereka dan mempermudah pengejaran. "Ketiga tersangka ini buronan yang paling dicari di Kejati Sumut. Kita imbau masyarakat yang menjumpai mereka untuk segara melaporkan ke kami," kata dia.

Ketiga buronan itu antara lain Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan, Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut, Zulkarnain, dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama, Haltatif.

Lebih lanjut Bobbi menjelaskan, penerbitan surat DPO itu dikarenakan ketiga tersangka tidak kooperatif dalam proses hukum yang tengah dilakukan penyidik Kejati Sumut. Ketiganya tidak mengindahkan pemanggilan pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumut. Ketiganya juga selalu absen dari pemanggilan sebagai saksi maupun tersangka pada dugaan korupsi Bank Sumut.‎

Surat DPO yang diterbitkan tersebut ditandatangani langsung oleh Kajati Sumut DR Bambang Sugeng Rukmono. Selanjutnya, surat DPO tertanggal 26 September 2016 tersebut harus ditindaklanjuti oleh jajaran Kejati Sumut untuk meringkus mereka.

Sebelumnya, Kejati Sumut juga telah melimpahkan berkas perkara dua dari lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut tahun 2013 ke Pengadilan Tipikor Medan, pada Selasa 20 September 2016. Dua tersangka yakni mantan Direktur Operasional PT Bank Sumut Muhammad Yahya dan mantan Asisten 3 Divisi Umum Bank Sumut M. Jefri Sitindaon. 

Dalam kasus ini, pengadaan sewa 294 unit mobil operasional Bank Sumut senilai Rp18 miliar yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013 diduga bermasalah. Ditemukan penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak didasarkan kontrak. Jumlah kerugian keuangan negara mencapai Rp10,8 miliar yang telah dihitung oleh akuntan publik.

 


(UWA)