Bersatu dalam Keberagaman ala 'Little India'

   •    Selasa, 05 Dec 2017 10:37 WIB
kerukunan beragama
Bersatu dalam Keberagaman ala 'Little India'
Ilustrasi. Dua orang anak keturunan India memeriahkan pawai budaya di Medan, Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Paramayudha)

Medan: Kota Medan di Sumatera Utara tak hanya terkenal dengan duriannya saja. Kampung halaman menantu Presiden Joko Widodo itu rupanya punya hal menarik lain yang tak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Jika Anda berkunjung ke Kampung Madras yang terletak di antara Kecamatan Medan Petisah dan Medan Polonia, yang pertama kali akan Anda temui adalah komunitas masyarakat keturunan India.

Bagaimana tidak, Kampung Madras memang dihuni oleh mayoritas keturunan India. Salah satu ikon yang mencolok adalah adanya rumah ibadah bernuansa India yang menjadi kuil tertua di Kota Medan, yakni kuil Shri Mariamman.

Selain kuil ternyata masyarakat keturunan India ini tak hanya memeluk agama Hindu sebagaimana leluhur mereka. Adapula yang memeluk agama Islam yang dibuktikan dengan adanya Masjid Ghaudiyah yang letaknya hanya beberapa ratus meter saja dari kuil.

Rizwan, salah satu pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Medan mengatakan keturunan India di Medan ada sekitar 35.000 jiwa. 25 ribu di antaranya memeluk agama Hindu sementara sisanya merupakan umat muslim dan pemeluk agama lain.

Rizwan mengatakan meski sudah bertahun-tahun hidup berdampingan, sesama keturunan India di Medan tidak pernah mengalami konflik akibat perbedaan. Silaturahmi antarumat beragama dalam satu etnis India terjaga dengan baik.

"Keberagaman dan silaturahmi yang Kami jalin tidak pernah putus. Pun komunikasi antara Kami terbangun dengan baik," ungkapnya, dalam Newsline, Senin 4 Desember 2017.

Kunci keberagaman ala etnis India di Kampung Madras, kata Rizwan, hanya satu. Menghormati dan menghargai antarpemeluk agama dan ikut meramaikan ketika salah satu agama menyelenggarakan upacara atau kegiatan keagamaan.

Dia mencontohkan ketika rumah ibadah Hindu akan menyelenggarakan perayaan seperti deepavali atau hari raya holi, maka umat agama selain Hindu akan membantu persiapan dan ikut menyemarakkan perayaan.

Rizwan mengatakan pada dasarnya etnis India di Kampung Madras sangat mencintai keberagaman. Meski berbeda keyakinan seluruh masyarakat keturunan India di Kampung Madras tetap menjaga perbedaan itu dengan baik.

"Tidak pernah ada konflik anatar Kami. Karena Kami sama-sama makhluk hidup, makhluk Tuhan dan keberagaman adalah keniscayaan hidup Kita. Mari jaga silaturahmi keberagaman Kita," jelasnya.




(MEL)