Parpol Baru Wajib Lolos Dua Verifikasi untuk Ikut Pemilu

Alwi Alim    •    Selasa, 03 Oct 2017 17:16 WIB
pilkada serentak
Parpol Baru Wajib Lolos Dua Verifikasi untuk Ikut Pemilu
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Palembang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftararan bagi Partai Politik (Parpol) yang ikut serta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai 3 Oktober 2017 sampai 16 Oktober 2017. Sejumlah partai baru akan ikut berlaga.

"Pendaftaran Parpol kali ini berbeda dibandingkan tahun 2014 sebelumnya," kata Anggota KPU Palembang, Abdul Kareem saat ditemui di Kantor KPU Palembang, Selasa, 3 Oktober 2017.

Parpol baru diwajibkan untuk lolos dua verifikasi. Verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

Verifikasi administrasi berupa kelengkapan berkas dari partai yang mencalonkan diri. Sementara itu verifikasi faktual berupa kelengkapan kantor dan kepengurusan yang valid. Partai lama yang telah ikut dalam Pemilu 2014 hanya perlu melalui verifikasi administrasi.

"Ini aturan baru tapi masih menjadi masalah karena ada Parpol yang menuntut kesetaraan harus diverifikasi baik parpol lama maupun parpol baru. Tapi belum ada keputusan dari MA," tegasnya.

Parpol yang ikut serta dalam Pemilu sebanyak 12 partai nasional dan tiga partai lokal di Aceh. Sedangkan untuk tahun 2019, empat Parpol baru yang bakal meramaikan ajang pesta demokrasi, yakni Partai Idaman, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, dan Partai Berkarya.

"Sejauh ini belum ada satupun Parpol yang mendaftarkan diri di KPU Palembang," terangnya.

Parpol dari DPD memberikan data kepada DPP kemudian diserahkan ke KPU RI untuk verifikasi administrasi. Kemudian KPU RI mencetak data dan disampaikan ke KPU Kabupaten/Kota. KPU Kabupaten/Kota akan kembali memverifikasi secara faktual seperti alamat kantor dan kelengkapan lain. Jika memenuhi syarat maka Parpol dapat ikut dalam Pemilu.

Untuk verifikasi faktual, pihaknya membentuk sekitar lima tim dimana setiap tim memverifikasi sekitar tiga sampai empat partai. Verifikasi akan dilakukan pada 15 Desember sampai 4 Januari 2018.

"Sejauh ini belum ada perubahan dan perpanjangan waktu tambahan. Jadi setelah diverifikasi faktual maka akan diumumkan parpol mana saja yabg berhak ikut Pilkada," pungkasnya.


(SUR)