Penyakit Leptospirosis Hantui Warga Terdampak Banjir di Medan

Farida Noris    •    Rabu, 08 Nov 2017 17:53 WIB
pascabanjir
Penyakit Leptospirosis Hantui Warga Terdampak Banjir di Medan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Banjir yang kerap melanda ratusan pemukiman warga di kawasan bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli, Medan, Sumut, patut menjadi perhatian. Pasalnya dikhawatirkan warga terdampak penyakit leptospirosis, terutama setelah air surut.

"Dampak yang paling rawan dialami oleh masyarakat yang terkena banjir ialah ganguan kulit dan diare. Namun untuk pasca banjir, resiko dari ancaman penyakit leptospirosis," kata Dokter spesialis penyakit tropik dan infeksi, Umar Zein, Rabu, 8 November 2017.

Umar menyebut, penyakit leptospirosis ini ditularkan melalui kencing tikus serta berhubungan dengan lingkungan pada saat banjir. Sebab, kencing tikus mengandung bakteri, sehingga dapat menyebabkan demam yang mirip dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). 

"Penyakit ini sangat berbahaya, namun munculnya pasca banjir di masa inkubasi. Karena tikus mengontaminasi air, sebab ia juga kebanjiran. Leptospirosis menular melalui kulit yang terluka. Walaupun kecil tapi kumannya bisa masuk ke aliran darah," urainya.

Jadi, kata Umar, masyarakat harus mampu menjaga kebersihan tubuhnya kendati banjir telah surut. Selain itu ia juga mengimbau, agar masyarakat segera melapor ke Puskesmas ketika mengalami gangguan kesehatan.

"Puskesmas setempat juga harus memantau. Bila perlu, dibuat posko kesehatan bergerak seperti ambulan yang bersiaga di lokasi maksimal seminggu pasca banjir surut. Banjir ini kan sudah setiap tahun terjadi. Jadi Dinas Kesehatan dan jajarannya, harus turun menangani kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang terkena dampak banjir itu," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Masrita mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pelayanan pada Puskesmas setempat pasca banjir yang terjadi di kawasan DAS Deli itu. Sehingga, apabila masyarakat terdampak banjir ada yang memiliki keluhan kesehatan, supaya dapat melaporkannya.

"Untuk banjir ini, kita memang mengantisipasi penyakit seperti diare, gangguan kulit, termasuk leptospirosis. Jadi kalau ada masyarakat yang pasca banjir mengalami gangguan kesehatan itu, supaya segera melapor ke Puskesmas," ujarnya.



(ALB)