Rela Berhutang demi Nyupir Online

Alwi Alim    •    Kamis, 19 Oct 2017 19:04 WIB
taksi online
Rela Berhutang demi <i>Nyupir</i> Online
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Palembang: Transportasi online yang kini marak disorot tertanyata banyak menyimpan kisah. Mulai dari beralih profesi hingga merogoh kocek untuk kredit kendaraan, demi bisa mengais rezeki.

Salah satunya Fajri Alhadi, seorang sopir Gojek di Palembang. Fajri berjibaku mengkredit motor baru untuk ikut Gojek di Palembang pada tahun 2016 lalu. Dia pun harus membayar angsuran sekitar Rp650 ribu tiap bulan.

"Sekaligus untuk motor anak saya," katanya saat ditemui Metrotvnews.com, Palembang,  19 Oktober 2017.

Namun, siapa sangka cerita manis tak bertahan lama. Pada tahun 2016, penghasilannya cukup tinggi. Dia menikmati bonus pemasukan tiap 10 kali mengantar penumpang. Namun, kebijakan dari penyedia aplikasi berubah menjadi 14 antaran demi bonus.

Ia sedikit kesulitan untuk mencapai poin minimal agar mendapatkan bonus tersebut. Apalagi, kini pengemudi ojek online (online) semakin bertambah. Beruntung, pemasukannya tidak terlalu berpengaruh.

"Sehari itu bisa mendapatkan uang sekitar Rp150 ribu," terangnya.

Berhenti jadi pegawai bank

Janji manis pendapatan dari mengojek online membuat Tia Ramadhan pindah profesi. Padahal, pekerjan Tia sebelum ini termasuk mapan.

Dia merupakan pegawai di salah satu bank di Sumsel. Namun dia memilih banting setir saat akan dipindah perusahaan ke Kalimantan.

Ia terlebih dahulu mengkredit mobil sebelum mengundurkan diri. Demi bisa membayar kredit mobil, Tia sengaja ikut GoCar di Palembang.

Ia mengaku penghasilan dari nyupir online cukup baik setelah enam bulan berjalan. Dengan menjadi sopir, dia mampu membayar angsuran mobil yang mencapai Rp3,5 juta. Bahkan angsuran mobilnya sudah berjalan satu tahun.

"Sehari itu bisa mendapatkan sekitar Rp150 ribu kalikan saja selama 30 hari," pungkasnya.


(SUR)