300 Ribu Jiwa di Sumbar Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu

ant    •    Kamis, 24 Jan 2019 20:12 WIB
pileg
300 Ribu Jiwa di Sumbar Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu
ilustrasi Medcom.id

Padang: Sebanyak 300 ribu jiwa atau sekita 6,01 persen warga Sumatera Barat terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 17 April 2019. Hal itu lantaran warga belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Jumlah itu sekitar 6,01 persen dari 3,9 juta wajib KTP di Sumbar," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumbar, Novrial, Kamis, 24 Januari 2019.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar untuk meningkatkan partisipasi pemilih, salah satunya dengan
mendorong perekaman KTP elektronik.

Berbagai upaya agar masyarakat wajib KTP segera melakukan perekaman data. Pada sebagian daerah malah dilakukan upaya jemput bola.

Nantinya masyarakat yang sudah melakukan perekaman data, diupayakan segera mendapatkan KTP elektroniknya. Namun jika belum bisa dicetak akan diberikan surat keterangan (suket).

Berdasarkan kesepakatan antara Kemendagri, KPU, dan Komisi II DPR RI, suket bisa digunakan untuk memilih asalkan data sudah terekam pada pusat data kependudukan.

Novrial menyebutkan, pada 2018 pihaknya ditargetkan untuk melakukan perekaman data hingga 100 persen, dan target yang tercapai hanya 93,09 persen. Namun angka itu sudah masuk level aman karena sisa yang belum perekaman itu bisa saja sudah berpindah atau meninggal dunia.

Hingga April 2019, Disdukcapil di kabupaten dan kota terus didorong untuk melakukan perekaman terhadap masyarakat wajib KTP. Salah satunya untuk masyarakat yang berusia 17 tahun sebelum 17 April 2019, tambah dia.



(ALB)