Rampas Senjata Petugas, Bandar Sabu Asal Aceh Ditembak Polisi

Budi Warsito    •    Sabtu, 19 Aug 2017 13:37 WIB
sabu
Rampas Senjata Petugas, Bandar Sabu Asal Aceh Ditembak Polisi
Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto, di RS Bhayangkara Polda Sumut, didampigi sejumlah pejabat utama Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, Sabtu 19 Agustus 2017.

Metrotvnews.com, Medan: Seorang bandar sabu bernama Musli Adi tewas ditembak petugas kepolisian Kamis 17 Agustus 2017. Dia ditembak karena mencoba melawan dengan berusaha merampas senjata saat dilakukan penangkapan. 

"Tersangka bernama Musli Adi mencoba melawan dan merampas senjata petugas. Petugas kemudian memberi peringatan dengan tindakan tegas dan terukur terhadap Adi sehingga tersangka tersebut meninggal ," ujar Wakapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto, di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, Sabtu 19 Agustus 2017. 

Agus menjelaskan, kejadian berawal dari petugas Unit 4 Subdit ll Ditresnarkoba Polda Sumut yang menelusuri informasi pengiriman narkoba jenis sabu dari Aceh menuju Kota Medan. sabu dikirim menggunakan mobil Land Cruiser Prado BK 1381 IM warna hitam. 

Petugas mendapati mobil yang menjadi target tersebut melintas di daerah Besitang, Kabupaten Langkat sekitar pukul 22.30 WIB.  Petugas membuntutinya dan melakukan pengadangan terhadap mobil tersebut.

"Saat ditangkap, didalam mobil petugas mengamankan tiga orang tersangka yaitu Yossi Andrian Saputra alias Andre, Baktiar, dan Musli Adi yang merupakan warga Aceh beserta barang bukti 1.000 gram sabu," jelasnya. 

Setelah mengintrogasi ketiga tersangka tersebut lanjut Agus, petugas kemudian melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa yang memesan barang haram tersebut. Dari informasi pelaku, barang haram tersebut ternyata pesanan seseorang bernama Hasballah yang merupakan warga Desa Sentis, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. 

Saat dalam perjalanan menuju rumah Hasballah inilah tersangka Musli mencoba melawan. Selanjutnya kedua pelaku lainnya dan barang bukti dibawa ke Mapolda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sedangkan, tersangka Musli Adi dibawan ke RS Bhayangkara Polda.

"Selain 1.000 gram sabu, petugas juga menyita enam unit ponsel, dan satu unit mobil Land Cruiser Prado milik tersangka," ungkap Agus.

Agus menegaskan, kedua tersangka dikenakan dengan pada 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Untuk ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman mati," ujarnya.


(ALB)