Banyak Nama Muncul di Pilkada Tanjungpinang

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 18 Apr 2017 20:24 WIB
pilkada 2018
Banyak Nama Muncul di Pilkada Tanjungpinang
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Batam: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, baru akan dihelat tahun depan. Tapi, jauh-jauh hari sejumlah nama disebut mulai ancang-ancang maju sebagai calon wali kota Tanjungpinang. Selain petahana, ada beberapa nama lain mulai diunggulkan di Pilkada Kota Gurindam ini. 

Pengamat politik Zamzami A. Karim mengatakan, Wali Kota Lis sangat berpeluang bertarung untuk periode kedua. Dia bisa kembali diusung PDIP, pemilik 7 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang. 

"Hanya PDIP yang memenuhi persyaratan mengusung sendiri calon wali kota. Parpol lain harus berkoalisi. Nama Lis Darmansyah masih calon kuat," kata Zamzami kepada Metrotvnews.com, Selasa, 18 April 2017. 

Di luar nama Lis, wakilnya Syahrul juga punya kans besar. Meski belum memiliki parpol, Syahrul punya kedekatan dengan PAN yang mengusungnya sebagai calon wakil wali kota pada pilkada sebelumnya. Partai Hanura kini diam-diam juga mulai mendekati Syahrul. 

"Hanura merupakan peraih suara terbanyak setelah PDIP dan Golkar. Hanura meraih 4 kursi di DPRD," tutur Zamzani.

Majunya Syahrul di Pilkada Tanjungpinang nanti, masih menurut Zamzami, dipastikan mampu meraup suara etnis Tionghoa. Pada Pilkada sebelumnya, suara etnis Tionghoa banyak mengalir pada pasangan Rudy Chua-Huznizar Hood meskipun kalah pada pemilihan kepala daerah saat itu. Rudy Chua adalah kader Hanura dan cukup populer di etnis Tionghoa. 

Selain Lis dan Syahrul, nama lain yang mulai mencuat yakni Ade Angga dan Dwi Komalasari. Ade angga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang, sedangkan Dwi Komalasari adalah anggota DPRD Provinsi Kepri yang juga istri mantan Bupati Bintan dua periode Ansar Ahmad. 

"Dua nama ini juga punya kans besar maju. Golkar saat ini meraih suara terbanyak kedua setelah PDIP yakni empat kursi sama seperti Hanura. Sama seperti Hanura, partai ini juga harus berkoalisi dengan partai lain bila ingin mengusung calon walikota," katanya.

Menurut pengamatan Zamzami, ada kemungkinan PDIP akan merangkul Golkar pada pilkada mendatang agar bisa mempaketkan pasangan Lis Darmansyah dengan Dwi Komalasari. 

"Karena jika Golkar membangun koalisi sendiri ada kemungkinan akan mengusung Ade Angga, nah ini yang diantisipasi oleh PDIP. Mereka akan mencari cara agar bagaimana Golkar bisa merapat sehingga bisa menduetkan Lis dan Dwi," ujarnya sembari menambahkan antara PDIP dan Golkar sudah memiliki hubungan emosional ketika mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur Kepri Soerya Respationo (PDIP) dan Ansar Ahmad (Golkar). 

Di luar nama-nama tersebut, sebut Zamzami, calon independen juga mulai mencuat. Bahkan belum lama ini, calon independen yakni Edy Safrani dan Teddy Alhab secara terang-terangan mendeklarasi diri sebagai calon independen meskipun masih sebatas deklarasi informal. 

"Kedua sosok independen ini bukan orang asing di Tanjungpinang. Nama mereka sudah cukup dikenal. Edy adalah seorang mubalig sedangkan Teddy adalah seorang penyair di kota ini," pungkasnya. 


(ALB)