Wali Murid Lebih Memilih Sekolah Lima Hari

Alwi Alim    •    Rabu, 14 Jun 2017 20:46 WIB
pendidikan
Wali Murid Lebih Memilih Sekolah Lima Hari
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Palembang: Sejumlah wali murid di Palembang, Sumatera Selatan, lebih memilih sekolah enam hari. Pasalnya, kebijakan pemerintah pusat menerapkan sekolah lima hari dinilai bakal memberatkan siswa.

Robby, salah satu orang tua siswa, mengatakan, jika kebijakan sekolah lima hari memberatkan karena siswa diharuskan bersekolah dari pagi hingga sore. Akibatnya, siswa akan kecapekan dan tidak dapat berkonsentrasi terhadap pelajaran.

"Jika ini (sekolah lima hari) diterapkan, maka saya akan menyekolahkan anak saya di sekolah dengan aturan lama. Sekolah enam hari lebih baik dari pada sekolah full day," kata Robby di Palembang, Rabu 14 Juni 2017.

(Baca: Bulan Depan, Sekolah Cuma 5 Hari)

Terpisah, Kepala SMA Negeri 11 Palembang Joko Edipurwanto mengklaim bahwa kebijakan sekolah lima hari bagus. Tapi, hanya bagi sekolah yang mampu.

Joko mencontohkan, siswa akan dibekali makan siang ketika harus sekolah dari pagi hingga sore. Jika tidak dibekali, maka sekolah harus bertanggung jawab membekali makan siang.

"Karena itu, kami belum dapat menerapkan sekolah lima hari ini," katanya.

Jika kebijakan sekolah lima hari diterapkan, lanjut Joko, pihaknya masih bingung untuk mengisi kegiatan pada hari Sabtu. "Tapi, jika memang pemerintah pusat mewajibkan untuk menerapkan kebijakan baru ini, maka kami pun harus melakukannya," terangnya.

(Baca: Kebijakan Sekolah 5 Hari Dikhawatirkan Timbul Kegaduhan Baru)

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menjelaskan, kondisi di Sumsel tidak bisa disamakan dengan di Jawa. Pemerintah pusat tidak bisa memaksakan aturan sekolah lima hari di daerah-daerah.

"Jika dipaksakan, akan merugikan guru dan siswa," katanya.

Sejauh ini, di Sumsel masih banyak guru yang kekurangan jam mengajar 24 jam setiap pekannya. Jika kebijakan sekolah lima hari diterapkan, maka pencairan sertifikasi guru pun akan terkendala.

"Jadi, kami serahkan semua ke sekolah masing-masing apakah siap dengan kebijakan tersebut, jika siap maka silahkan saja untuk menerapkan kebijakan baru ini. Jika belum maka jangan dipaksakan," pungkasnya.


(NIN)